Harga Garam Naik 100 Persen, Mendag: Tidak Apa-Apa agar Petani Menikmati Untung

Mendag menegaskan, untuk garam Indonesia tidak melakukan impor. Melainkan seluruh pengadaan garam merupakan hasil produksi dalam negeri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Harga Garam Naik 100 Persen, Mendag: Tidak Apa-Apa agar Petani Menikmati Untung
Mendag Zulkifli Hasan. Tira Santia ©2023 Liputan6.com

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan angkat suara terkait mahalnya harga garam di pasaran. Harga garam naik hingga 100 persen dikarenakan terjadi ketimpangan antara sisi produksi dan jumlah permintaan.

"Jadi mungkin permintaannya besar ini kan produk dalam negeri stabil, misalnya produksinya rata-rata tiba-tiba permintaannya melonjak itu hukum dagang, kalau tiba tiba banyak permintaan terus stoknya terbatas maka harganya akan naik," kata Mendag Zulkifli Hasan ditemui usai membuka pasar murah Bazar ramadhan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/4).

Mendag menegaskan, untuk garam Indonesia tidak melakukan impor. Melainkan seluruh pengadaan garam merupakan hasil produksi dalam negeri.

Di sisi lain, Mendag juga tidak mempermasalahkan terkait kenaikan harga garam ini. Menurutnya, kenaikan harga garam jarang terjadi dan ini menjadi kesempatan bagi petani garam agar memperoleh sedikit keuntungan.

"Garam konsumsi itu kita mengandalkan dalam negeri. Kalau garam dalam negeri sedikit naik gpp lah agar petani garam menikmati untungnya. Kalaupun kenaikanya 100 persen lebih, itu sebentar saja," ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag mengungkapkan harga kebutuhan pokok di pasar stabil. Kendati demikian, terdapat beberapa kebutuhan pokok yang masih naik yakni cabai. Tapi kalau harga cabai sudah mulai turun dikisaran Rp40.000 - Rp45.000 per kilo.

"Saya juga baru selesai dari pasar, dan besok saya akan ke pasar lagi, alhamdulillah harga-harga sudah stabil, memang beberapa masih ada yang naik, yang naik itu cabai, tapi sekarang sudah mulai turun yang tadinya tinggi sekali sekarang sudah Rp 40-45 ribu. Cabai rawit memang harganya masih cukup tinggi," ungkap Mendag.

Sementara untuk harga telur, daging ayam, bawang putih, dan lainnya sudah stabil. Begitupun dengan harga beras kini mengalami penurunan. Mendag pun mengimbau agar masyarakat membeli beras Bulog agar lebih ekonomis.

Rekomendasi