Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjadikan PT Telkom Indonesia Tbk sebagai holding di sektor telekomunikasi dan digitalisasi. Rencana besar ini bagian dari transformasi bisnis perusahaan pelat merah.
"Telkom ini kita berencana menjadi satu strategic holding dan anak-anaknya yang menjadi pelari-pelarinnya. Jadi kita akan mempunyai beberapa anak usaha yang lebih relevan dalam transformasi Telkom dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan digital infrastruktur," kata Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/4).
Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, Kementerian BUMN telah menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, melakukan spin off atau pemisahan anak perusahaan Telkom Indonesia, Mitratel pada 2022 lalu. Kemudian, mengintegrasikan dua mesin bisnis utama Telkom Grup yaitu Telkomsel sebagai mobile provider dan Indihome sebagai fiber broadband provider.
"Integrasi antara bisnis mobile dan provider ini menjadi satu keniscayaan, merupakan satu transformasi yang diharapkan memberikan layanan lebih utuh kepada masyarakat dan meningkatkan revenue dalam jangka panjang," ungkapnya.
Selain itu, Kementerian BUMN juga mempercepat integrasi bisnis data center melalui Telkom Data Ekosistem (TDE) yang ditargetkan selesai pada 2024. Terakhir, Kementerian BUMN juga melakukan spin off pada InfraCo. Unit usaha Telkom ini memfasilitasi layanan jaringan berbasis fiber optic bagi sektor industri, dan membuka potensi konsolidasi aset infrastruktur.
"Dalam rencana reformasi bisnis dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan digital infrastruktur ini dan diharapkan dalam jangka panjang akan meningkatkan kontribusi laba Telkom maupun marketnya," ucap Tiko mengakhiri.