Yahoo PHK 20 Persen Karyawan

Pemangkasan akan berdampak pada hampir 50 persen karyawan teknologi iklan Yahoo pada akhir tahun ini, termasuk hampir 1.000 karyawan minggu ini, kata perusahaan itu.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Yahoo PHK 20 Persen Karyawan
yahoo. ©2012 Merdeka.com

Yahoo berencana akan memberhentikan atau memecat lebih dari 20 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran divisi teknologi iklan perusahaan.

Pemangkasan akan berdampak pada hampir 50 persen karyawan teknologi iklan Yahoo pada akhir tahun ini, termasuk hampir 1.000 karyawan minggu ini.

Yahoo, yang dimiliki oleh perusahaan private equity Apollo Global Management sejak pembelian USD 5 miliar pada tahun 2021, menambahkan bahwa langkah tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk mempersempit fokus dan investasinya pada bisnis iklan andalannya yang disebut DSP, atau platform sisi permintaan.

Ini terjadi karena banyak pengiklan telah mengurangi anggaran pemasaran mereka sebagai tanggapan atas tingkat inflasi yang tinggi dan ketidakpastian yang terus berlanjut tentang resesi.

Serangkaian perusahaan AS dari Goldman Sachs Group Inc hingga Alphabet Inc juga telah memberhentikan ribuan karyawan mereka tahun ini untuk mengatasi penurunan permintaan akibat inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.

Walt Disney PHK Karyawan

Perusahaan besar asal Amerika Serikat kembali melakukan pemangkasan kepada pekerjanya. Kali ini giliran Walt Disney melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ke ribuan karyawan.

Melansir dari Reuters, Walt Disney melakukan PHK terhadap 7.000 karyawan atau sekitar 3,6 persen dari tenaga kerja global Disney. Restrukturisasi besar-besaran ini dilakukan CEO Bob Iger yang baru saja kembali diangkat.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menghemat USD 5,5 miliar dalam biaya dan membuat bisnis streaming kembali menguntungkan.

Langkah tersebut, termasuk janji untuk mengembalikan dividen bagi pemegang saham, menjawab beberapa kritik dari investor aktivis Nelson Peltz bahwa Disney terlalu banyak mengeluarkan uang untuk streaming.

Iger mengatakan, streaming tetap menjadi prioritas utama Disney. Perusahaan juga akan lebih fokus pada merek dan waralaba inti dan menyusun konten hiburan umum secara agresif.

Rekomendasi