Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Seorang warga lanjut usia berumur 73 tahun di Kecamatan Kodi Utara dilaporkan meninggal dunia.
Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi menyampaikan laporan tersebut. Kepolisian Sektor Kodi Utara berada di bawah Polres Sumba Barat, Polda Nusa Tenggara Timur.
"Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena syok atau kaget saat gempa terjadi," kata Bernadus, Senin (5/10/2026).
Menurut keterangan polisi, korban kaget saat melihat anggota keluarganya berhamburan keluar rumah ketika guncangan terjadi. Ia sempat berada di luar rumah, lalu beberapa menit kemudian jatuh, tak sadarkan diri, dan meninggal dunia. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka oleh pihak keluarga.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya, Stefanus Malo. Ia menyebut korban berasal dari Desa Waicura, Kecamatan Kodi Utara, dan saat gempa terjadi dalam keadaan sakit.
"Korban ini merupakan keluarga dari salah satu staf kami di BPBD. Saat gempa, dia panik dan tak sadarkan diri. Tidak ada benturan langsung, tapi seperti syok," jelasnya.
Guncangan tercatat pada Minggu pukul 06.55 Wita.
"Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan.