Penyalahgunaan BBM Subsidi, Modus 'Helikopter' Hingga Pemalsuan Rekomendasi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan bantuan dari Kepolisian RI berhasil mengamankan 1,42 juta liter bahan bakar minyak (BBM) yang disalahgunakan. Selain bantuan polisi, BPH Migas juga dibantu oleh pelaporan masyarakat terkait adanya kasus penyalahgunaan BBM.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Penyalahgunaan BBM Subsidi, Modus 'Helikopter' Hingga Pemalsuan Rekomendasi
SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan bantuan dari Kepolisian RI berhasil mengamankan 1,42 juta liter bahan bakar minyak (BBM) yang disalahgunakan. Selain bantuan polisi, BPH Migas juga dibantu oleh pelaporan masyarakat terkait adanya kasus penyalahgunaan BBM.

"Cukup signifikan juga hasil yang sudah diungkap pihak Kepolisian. Jenis barang bukti yang dominan adalah BBM Solar. Itu jadi bagian terbesar barang bukti yang berhasil diungkap," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (3/1).

Erika pun memaparkan sejumlah modus yang kerap dilakukan oknum tersebut. Bahkan, penyalahgunaan BBM ini juga menyeret sejumlah operator SPBU.

"Sebagian besar, kalau di SPBU biasanya ada yang disebut helikopter. Mobilnya keliling, muter-muter masuk SPBU, isi, keluar, masuk lagi, gitu berkali-kali. Ada juga kendaraan yang sering ganti nomor polisi, atau kendaraan yang keliling di beberapa SPBU untuk mengumpulkan BBM bersubsidi," dia menambahkan.

Selain itu, beberapa kendaraan truk besar kerap memodifikasi tangkinya untuk memperbesar kapasitas. "Biasanya kapasitas 60 (liter). Ini bisa sampai 200-300 (liter). Biasanya mobil box, di dalamnya tangki untuk tampung BBM subsidi. Ditemukan juga truk yang atasnya ada terpal, dalamnya ada drum-drum BBM subsidi," paparnya.

Beberapa oknum bahkan bermain di ranah administrasi, seperti dengan memalsukan surat rekomendasi yang dikeluarkan kementerian/lembaga terkait. Termasuk juga adanya keterlibatan pegawai SPBU yang ikut bermain dalam kasus penyalahgunaan BBM.

"Beberapa SPBU juga bisa melakukan itu karena ada beberapa operator terlibat. Itu nanti akan ditangani kepolisian," tegas Erika.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi