Kementerian Perhubungan menggelar Public Expose Pelabuhan Patimban yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam kegiatan ini, Kemenhub bersama stakeholder terkait menyampaikan profil, keunggulan, dan daya tarik Pelabuhan Patimban kepada para pelaku usaha.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap melalui acara ini dapat memberikan pemahaman dan meyakinkan para pemangku kepentingan tentang kesiapan Pelabuhan Patimban dalam memberikan layanan logistik nasional dan internasional.
"Bapak Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan kami untuk mempersiapkan Pelabuhan Patimban, sebagai infrastruktur strategis untuk memfasilitasi interaksi ekonomi nasional dan internasional. Yakni ekspor impor dan perdagangan antar pulau, untuk menghadapi era tahun 2045," kata Budi, Kamis (7/1).
Pelabuhan Patimban nantinya akan dapat menampung 7,5 juta TEUs/tahun dan terminal otomotif 600.000 Completely Built Up (CBU) per tahun. Kemudian, dengan kedalaman air pada alur pelabuhan yang mencapai 10 meter memungkinkan kapal-kapal besar berbobot hingga 35.000 DWT bisa bersandar di sini.
"Pelabuhan Patimban akan dibangun hingga 2027, dan kita akan berupaya percepat penyelesaiannya karena potensinya yang luar biasa. Keberadaan Pelabuhan Patimban bisa membuat Indonesia menjadi negara eksportir yang diperhitungkan dunia," terangnya.
Maka dari itu, pihaknya berkomitmen menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan yang premium. Diantaranya mampu menghubungkan kegiatan industri dan perdagangan internasional. Serta harus memperhatikan beberapa aspek yaitu kecepatan, akses, peralatan modern, dan friendliness dengan layanan yang serba otomatis berbasiskan teknologi dan digitalisasi.
"Pelabuhan patimban dirancang melalui konsep sustainable, green, smart dan integrated international port. Jika kita bisa sinergikan dengan Tanjung Priok dengan baik, maka Patimban diharapkan dapat menjadi pelabuhan yang menghubungkan dunia atau World Connecting Port," tandasnya.