IHSG Ambruk, Berikut Deretan Saham Bisa Dipertimbangkan Investor

Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa melemahnya IHSG maupun indeks global dipengaruhi oleh faktor penyebaran Covid-19 atau virus corona secara masif, serta deklarasi WHO soal virus corona sebagai pandemi internasional.

Rita
Oleh Rita - Reporter
IHSG Ambruk, Berikut Deretan Saham Bisa Dipertimbangkan Investor
bursa saham. shutterstock

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di pembukaan perdagangan Senin (16/3). Usai pembukaan, IHSG langsung terjun bebas dengan turun 136,1 poin atau 2,87 persen ke posisi 4.753,58.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.904,53 dan terendah 4.726,25. Sebanyak 170 saham melemah, kemudian 25 saham menguat dan 63 saham diam di tempat.

Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa melemahnya IHSG maupun indeks global dipengaruhi oleh faktor penyebaran Covid-19 atau virus corona secara masif, serta deklarasi WHO soal virus corona sebagai pandemi internasional.

Nafan pun merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor. Berikut rekomendasinya:

Astra motor: ASII, Daily (RoE: 11.62 persen; PER: 9.22x; EPS: 535.98; PBV: 1.07x; Beta: 1.5): Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. 'Akumulasi Beli' dengan target harga secara bertahap di level 5075, 5425, 5675 dan 6700. Support: 4620 & 4120.

PT Alam Sutera Realty Tbk: ASRI, Daily (RoE: 2.72 persen; PER: 10.96x; EPS: 13.60; PBV: 0.30x; Beta: 1.66): Adapun indikator RSI sudah mulai menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” dengan target harga secara bertahap di level 169, 188, 202 dan 260. Support: 117.

Bank Rakyat Indonesia : BBRI, Daily (RoE: 16.46 persen; PER: 13.21x; EPS: 281.51; PBV: 2.18x; Beta: 1.45): Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Akumulasi Beli dengan target harga secara bertahap di level 3920, 4520 dan 5125. Support: 3320.

PT Alam Sutera Realty Tbk : BNGA, Daily (RoE: 8.42 persen; PER: 4.78x; EPS: 146.39; PBV: 0.40x; Beta: 1.94): Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Akumulasi Beli dengan target harga secara bertahap di level 720, 740, 750 dan 800. Support: 675 & 660.

PT Elnusa Tbk: ELSA, Daily (RoE: 9.97 persen; PER: 3.60x; EPS: 48.83; PBV: 0.36x; Beta: 0.91): Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Akumulasi Beli dengan target harga secara bertahap di level 190, 212, 228 dan 290. Support: 164 & 134.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk: INDF, Daily (RoE: 8.91 persen; PER: 13.18x; EPS: 535.00; PBV: 1.17x; Beta: 1.16): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi Beli dengan target harga secara bertahap di level 7100, 7200, 7300 dan 7625. Support: 6800 & 6700.

Sementara, untuk saham yang sebaiknya dihindari Nafan merekomendasikan, saham yang harganya stagnan tidak likuid, dan yang tidak berkinerja baik, serta tidak menerapkan GCG (good corporate governance) dengan efektif, pungkasnya.

Rekomendasi