Maskapai penerbangan sulit terima pilot baru akibat tak penuhi kualifikasi

Sejumlah maskapai penerbangan mengaku sulit menerima pilot-pilot baru karena terkendala kompetensi yang dinilai belum memenuhi standar kualifikasi maskapai tersebut. Sehingga, calon pelamar atau pilot AB Initio diimbau untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan menguasai kompetensi yang disyaratkan.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Maskapai penerbangan sulit terima pilot baru akibat tak penuhi kualifikasi
pesawat. shutterstock

Sejumlah maskapai penerbangan mengaku sulit menerima pilot-pilot baru karena terkendala kompetensi yang dinilai belum memenuhi standar kualifikasi maskapai tersebut.

Direktur Operasi Lion Air Group Daniel Putut mengatakan kebutuhan setiap tahunnya untuk Lion Air Group banyak, yaitu sekitar 150-300 pilot. Dari jumlah tersebut, hanya 55 orang yang terserap di tahun 2017.

"Desember kita buka kuota penerimaan pilot 150 orang, ada 300 yang melamar. Dari 150 orang yang lulus murni hanya dua orang, artinya yang nilai wawancara, psikotes, dan Bahasa Inggris di atas 75," kata Daniel seperti dikutip Antara, Rabu (24/1).

Dia menambahkan, pilot baru harus memiliki kompetensi pengetahuan tentang penerbangan dan Bahasa Inggris yang ditunjukkan dengan sertifikat TOEIC dengan nilai minimal 700, kemudian psikotes. "Yang nilainya di bawah 75 itu mencapai 200 lebih pelamar," imbuhnya.

Untuk itu, dia mengimbau calon pelamar atau pilot AB Initio untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan menguasai kompetensi yang disyaratkan. Selain itu, sekolah penerbangan juga harus menyiapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai standar dan undang-undang.

"Kita sekali lagi mendorong calon-calon penerbangan untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, kita juga membuka kesempatan untuk coba lagi dan lagi, tapi tetap ada saja yang sudah tujuh kali tes tidak tes," tegasnya.

Direktur Utama Citlink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan angka kegagalan para calon pilot di maskapainya sangat tinggi. "Cukup tinggi angka kegagalan, berdasarkan hasil yang kita lakukan gugur di tes tertulis, dan tes di simulator" tuturnya.

Pihaknya pun tidak dapat menoleransi hal tersebut karena berkaitan langsung dengan keselamatan. Selain itu, Citilink juga tidak bisa langsung menerima banyak pilot baru karena harus menyesuaikan dengan jumlah kapten.

Rekomendasi