Provinsi Sulawesi Utara pada awal tahun 2018 mengekspor 26 ton tepung kelapa ke Amerika Serikat menyusul permintaan komoditas itu yang cukup tinggi di negara ini.
"Tepung kelapa yang diekspor ke Amerika Serikat itu mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar USD 55.900," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw seperti ditulis Antara Manado, Selasa (23/1).
Jenny mengatakan, tepung kelapa asal Sulut memiliki kualitas yang bisa diterima pasar internasional. Permintaan tepung kelapa yang tinggi dari berbagai negara tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengekspor Sulut.
"Pembeli asal Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika sangat memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pengiriman barang," katanya.
Pemerintah terus mengingatkan agar pengekspor Sulut dapat menjaga akses pasar yang sudah tercipta tersebut. Dengan demikian diharapkan pasar akan merambah ke negara tetangga lainnya di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika lebih besar lagi.
Pembeli internasional jika sudah memutuskan membeli suatu produk, menurut dia, berarti telah melewati berbagai tahapan seleksi. "Pasar internasional memilih tepung kelapa Sulut berarti kualitasnya sudah teruji dan diharapkan dapat dipertahankan ataupun lebih ditingkatkan," katanya.
Pemerintah berharap agar produk turunan kelapa yang diekspor bukan hanya tepung kelapa. Tapi bisa lebih banyak lagi diversifikasinya karena mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Puluhan negara tujuan ekspor tepung kelapa asal Sulut adalah Jerman, Rusia, Cina, Inggris, Belanda, Selandia Baru, Italia, Mesir, Slovenia, Brasil, Australia, Belgia, Uruguay, Amerika Serikat, Korea.
Kemudian ke Austria, Afrika Selatan, Hongkong, Taiwan, Uni Arab Emirat, Lithuania, Argentina, Angola, Hungaria, Norwegia, Kasakztan, Polandia, Georgia, Portugal, Latvia, dan Yunani.