Sederet alasan mengapa orang lebih suka menyimpan dana di Singapura

Singapura dikenal sebagai salah satu pusat bisnis dunia, khususnya Asia. Tak heran bila banyak orang berbondong-bondong untuk berinvestasi dan menempatkan dananya di sana. Namun, mengapa banyak orang justru lebih banyak menyimpan dananya di negara lain?

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Sederet alasan mengapa orang lebih suka menyimpan dana di Singapura
Patung Merlion. ©2012 Merdeka.com

Singapura dikenal sebagai salah satu pusat bisnis dunia, khususnya Asia. Tak heran bila banyak orang berbondong-bondong untuk berinvestasi dan menempatkan dananya di sana.

Tak tanggung-tanggung, jumlah dana yang disimpan bisa mencapai ribuan triliun. Bahkan perusahaan konsultan manajemen multinasional McKinsey pernah menyebutkan dana para orang kaya Indonesia yang ditempatkan di Singapura mencapai sekitar USD 200 miliar atau setara Rp 2.600 triliun.

Itu lah mengapa Indonesia menerapkan kebijakan pengampunan pajak (Tax Amnesty) pada Juli 2016 hingga Maret 2017, agar orang-orang yang menyimpan dananya di luar negeri dibawa pulang ke Tanah Air dan mendeklarasikan hartanya.

Namun, mengapa banyak orang justru lebih banyak menyimpan dananya di negara lain? Padahal, jika dana sebesar itu diinvestasikan di negeri sendiri, dampak positifnya akan bisa dirasakan untuk kemajuan perekonomian Indonesia.

Di satu sisi mungkin inilah saatnya Indonesia belajar dari negara tetangga sendiri bagaimana cara yang paling tepat untuk menarik para pemilik dana untuk memutar uangnya di Tanah Air.

Berikut sederet alasan mengapa banyak orang memilih menyimpan dananya di Singapura, seperti dikutip Cermati.

Alasan pertama adalah situasi politik di Singapura terbilang aman dan stabil. Dibanding beberapa negara lain, situasi politik di Singapura relatif lebih aman dan stabil. Sehingga pemilik dana merasa nyaman memercayakan penempatan dananya di negara itu.

Situasi politik tentunya memengaruhi berbagai hal termasuk keamanan dan kenyamanan di suatu negara. Terlebih lagi bagi para pemilik dana yang melimpah itu, tentunya mereka membutuhkan dan mencari tempat yang dirasa nyaman untuk investasinya. Tak dipungkiri, selama ini pemerintah Singapura memberikan jaminan iklim politik yang aman dan stabil tersebut.

Kedua, Singapura juga dikenal dengan sistem pengawasannya yang kuat dari para pembuat kebijakan alias regulator. Sehingga tingkat kepercayaan terhadap pemerintah juga cukup baik dan dipandang kredibel.

Tentu hal ini membuat para pelaku pasar keuangan di Singapura juga relatif terhindar dari tindak kecurangan atau penipuan (fraud) yang merugikan. Sehingga, aset para pemilik modal yang ditempatkan atau diinvestasikan di Singapura tersebut relatif lebih aman.

Ketiga, Singapura memiliki pengalaman mengatasi krisis dengan baik. Pengalaman Singapura dalam menangani dan mengelola krisis tersebut telah diakui oleh para manajer investasi di berbagai negara. Sehingga para pemilik dana ini menaruh kepercayaan di negara ini.

Seperti diketahui, krisis ekonomi yang terjadi di suatu negara umumnya dimulai dari terjadinya krisis pada sektor keuangan. Dalam kondisi krisis tersebut, maka pemilik modal juga akan menjauh, yang berakibat pada semakin sulitnya lapangan pekerjaan, hingga pengangguran dan kemiskinan meningkat.

Keempat, teknologi dan infrastruktur di Singapura dinilai baik. Dalam pemeringkatan terbaru, Pricewaterhouse Cooper (PwC) menempatkan Singapura sebagai satu-satunya kota di Asia Pasifik yang menjadi hub (pusat penghubung) industry keuangan. Bahkan dia didapuk menjadi negara nomor 2 dunia sebagai pusat keuangan setelah London.

PwC juga mencatat bahwa keunggulan yang dimiliki Singapura dibanding negara di Asia Pasifik lainnya juga karena teknologi dari sistem transportasi dan infrastruktur yang cukup baik. Mulai dari kecepatan dalam mengakses internet, infrastruktur transportasi, kemudahan berbisnis, dan lainnya sudah tidak diragukan lagi di negara ini.

Kelima, tarif pajak di Singapura relatif lebih rendah dibanding negara-negara lainnya, sehingga menjadi daya tarik orang untuk menempatkan dananya di Singapura. Untuk tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan, di Singapura hanya sebesar 17 persen, sedangkan Indonesia masih di 25 persen.

Tentu ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan tarif pajak Singapura dan beberapa negara lain seperti Hong Kong yang 16,6 persen dan Swiss yang 17,92 persen, serta beberapa negara lain.

Ke enam, industri perbankan Singapura dikenal cukup kuat dan mapan. Singapura juga dikenal lebih berpengalaman dalam mengelola aset investasi yang semakin menarik minat para investor dari berbagai negara, seperti deposito mata uang asing berbiaya murah dan bunga yang kompetitif.

Selain itu, perbankan di Singapura juga memiliki banyak fitur-fitur yang menguntungkan bagi para nasabahnya. Seperti akses transfer secara bebas sepanjang waktu dan bersifat global, masuk ke pasar eksklusif, diversifikasi portofolio yang kuat, dan fasilitas penyimpanan multi mata uang.

Ketujuh, investasi properti di Singapura cukup menjanjikan. Karena lahan di Singapura relatif sangat terbatas, perkembangan properti di Singapura cukup tinggi, karena kebutuhan properti terus meningkat dan permintaan terus naik tajam. Bahkan investasi sektor properti di Singapura pun sangat menjanjikan dengan keuntungan yang cukup tinggi.

Ke delapan, Singapura juga menawarkan investasi di sektor pasar keuangan dan pasar modal yang tak kalah menggiurkan. Bursa saham dan obligasi di Singapura dipercaya menjadi patokan pasar saham di Asia.

Produk pasar keuangan yang mereka tawarkan cukup bervariatif dan memberikan banyak pilihan bagi para investor untuk menginvestasikan dananya. Selain produknya yang variatif, izinnya pun cukup mudah dan modal yang diperlukan tidak terlalu besar.

Terakhir, dari semua faktor yang menjadikan Singapura sebagai negara tujuan untuk para pemilik modal menempatkan dananya, kepastian hukum di negara itu juga patut diacungi jempol.

Kepastian hukum merupakan salah satu daya tarik tersendiri untuk orang memutuskan untuk berinvestasi. Mereka akan berpikir jangan sampai masalah ketidakpastian hukum ini mengganggu investasinya kelak.

Rekomendasi