Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengingatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tak menggunakan kontraktor China dalam proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Mengingat, kualitas produk China terkenal meragukan.
"Kalau tadinya digantikan kapasitas 100 persen ternyata hanya 70-80 persen sehingga biaya maintainance naik. Ini bisa terjadi kalau kita beli barang di China. Kita sih mau yang kw 1 tapi mereka deliver hanya kw 2 kw 3 dan orang kita nggak teliti spesifikasinya," kata Rizal di Badan Pengawas Keuangan (BPK), Jakarta, Selasa (31/5).
Dia mendorong perusahaan setrum nasional tersebut untuk memanfaatkan teknologi dari Eropa. Seperti Jerman atau Swiss yang terkenal memiliki teknologi energi terbarukan mumpuni.
"Kalau dikasih sama perusahaan asal-asalan ya kompromi lagi, akhirnya PLN yang rugi. Jadi lebih baik untuk quality control coba hire orang orang Jerman atau Austria yang mereka pastikan kualitasnya," katanya.
"Buat kami tidak sehat kalau seluruhnya Cina yang pegang. Oleh karenanya kualitas harus jadi faktor tidak hanya price. Selama ini sistem tender kita hanya price saja. Saya rasa harus ada adjustment dalam hal kualitas. Agar tidak taruh semua dalam satu keranjang."