Gaji ke-13 PNS cair, penukaran uang di Monas tembus Rp 25 miliar

Penukaran uang jelang lebaran tahun ini lebih tinggi dibanding 2014.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Gaji ke-13 PNS cair, penukaran uang di Monas tembus Rp 25 miliar
penukaran uang receh. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Bank Indonesia (BI) menyebut penukaran uang jelang lebaran tahun ini lebih tinggi dibanding 2014. Jumlah transaksi di gerai penukaran juga sangat ramai oleh masyarakat, salah satunya di Lapangan Monumen Nasional (Monas).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas mengatakan hingga tanggal 8 Juli 2015, tercatat penukaran di Monas saja mencapai Rp 25 miliar. Penukaran ini dilakukan oleh 10.700 orang.

"Rp 25 mili‎ar di Monas dengan 10.700 penukar. Paling banyak (penukaran untuk pecahan) Rp 20.000 dan Rp 10.000, ada juga Rp 5.000," ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (8/7) malam.

Ronald menyebut, tingginya penukaran uang kali ini karena bertepatan dengan pencairan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan tunjangan hari raya (THR). Namun, tidak semua orang melakukan penukaran dengan jumlah maksimal Rp 3,7 juta.

"Karena masih ada orang yang datang jauh-jauh hanya untuk menukarkan Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta," ujarnya.

Dia menyarankan, masyarakat yang berada di luar kawasan Jakarta Pusat untuk tidak melakukan penukaran di Monas. Pasalnya, Bank Indonesia telah melakukan kerja sama dengan 11 bank untuk menggunakan kantor cabang mereka sebagai lokasi penukaran uang.

"Kami membuka gerai-gerai di samping Taman IRTI, seperti di stasiun kereta kami buka, juga tempat lainnya. Dengan bank sendiri kami kerja sama 11 bank. Kami buka 81 titik, ini tidak melihat apa ini nasabahnya atau bukan," katanya.

Sebelas bank yang melayani penukaran uang adalah Bank Central Asia (BCA), Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Jabar dan Banten (BJB), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank CIMB Niaga, Bank DKI, Bank Mandiri, Panin Bank dan Permata Bank.

Ronald menegaskan, bank yang bekerja sama ini tidak akan melihat apakah warga yang menukar adalah nasabahnya atau tidak. Untuk itu dia mengharapkan semakin banyak bank yang bekerja sama pada tahun depan.

"Kami baru mulai tahun ini. Tahun depan saya harap bertambah sehingga kantor banknya (sebagai lokasi penukaran) semakin banyak," tutupnya.

Rekomendasi