Bank Indonesia ingatkan dampak kegagalan sistem keuangan

Bank Indonesia menilai sistem keuangan Indonesia dangkal dan sempit.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bank Indonesia ingatkan dampak kegagalan sistem keuangan
Gudang Penyimpanan Uang Bank BRI. Merdeka.com

Bank Indonesia (BI) menilai sistem keuangan Indonesia masih tertinggal dari sistem keuangan dunia. Anggota Badan Supervisi BI Sri Adiningsih menilai, Indonesia tidak bisa membangun ekonominya lebih baik jika sistem keuangan tidak stabil.

"Saya rasa menjaga stabilitas sistem keuangan semakin sulit karena saat ini pasar keuangan di global semakin terintegrasi," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Senin (19/5).

Penilaiannya tersebut sejalan dengan kondisi sistem keuangan di Indonesia yang masih relatif dangkal dan sempit. "Kegagalan sistem keuangan telah menyebabkan krisis keuangan pada perbankan dan krisis ekonomi yang saya kira ongkosnya itu mahal," jelas dia.

Untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakseimbangan eksternal, pihaknya meminta bank sentral terus mengawasi aliran dana asing yang masuk maupun ke luar dari pasar keuangan dalam negeri.

"Sistem keuangan kita perlu selalu dikembangkan agar regulasi dan juga regulator tidak ketinggalan dari pasar global. Kita juga harus kembangkan makroprudential regulatory framework," ungkapnya.

Perlindungan kepada investor lokal di pasar keuangan dianggap penting agar bisa menjadi tuan rumah dalam sistem keuangan domestik.

"Jika investor terproteksi dengan baik, maka saya yakin akan semakin meningkatkan kualitas ketahanan sistem keuangan kita," tutup dia.

Rekomendasi