KAI siap terapkan hedging lindungi dana operasional

Sekitar USD 200 juta atau setara Rp 2,2 triliun per tahun dihabiskan guna membiayai operasional perseroan.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
KAI siap terapkan hedging lindungi dana operasional
KAI siap terapkan hedging lindungi dana operasional

PT Kereta Api Indonesia menyatakan siap menggunakan mekanisme hedging atau lindung nilai dalam bertransaksi menggunakan denominasi valuta asing, utamanya USD.

Direktur Keuangan PT KAI Kurniadi Atmosasmito mengungkapkan perseroan akan memanfaatkan mekanisme hedging khususnya untuk membayar utang-utang dalam mata uang USD.

"Keputusan hedging itu kan baru keluar, tapi ke depan kita akan coba hedging pasti. Kalau pinjaman dalam USD ya. Kalau omong-omong (ke bank untuk hedging) sudah, tapi kan biasanya kita beauty contest lah. Tapi itu kita belum formal yah," kata Kurniadi di Jakarta, Senin (28/10).

Kurniadi mengungkapkan saat ini setidaknya sekitar USD 200 juta atau setara Rp 2,2 triliun per tahun dihabiskan perseroan guna membiayai operasional. Angka ini akan memberatkan perseroan apabila tidak ditopang dengan mekanisme hedging dalam kondisi perekonomian yang masih belum menentu. Terlebih mayoritas komponen kereta harus didatangkan dari negara lain.

"Kita kalau untuk operation ya bisanya kurang lebih USD 200 juta lah. Untuk operation cost kita, karena apa, kan spare part kita untuk kereta kan 80 persen impor. Termasuk relnya. Kurang lebih USD 200 juta per tahun. Bisa hedging karena kan sudah ada pasalnya," jelas Kurniadi.

Rekomendasi