6 Cara Memilih Pisang yang Tepat untuk Digoreng agar Tidak Hancur, Perhatikan Kematangannya

Begini cara memilih pisang yang tepat untuk digoreng agar tidak hancur, perhatikan jenis dan tingkat kematangannya.

Ricka Milla Suatin
Oleh Ricka Milla Suatin - Reporter
6 Cara Memilih Pisang yang Tepat untuk Digoreng agar Tidak Hancur, Perhatikan Kematangannya
Ilustrasi Pisang Goreng (Photo by UNDO KIM on Pexels)

Pisang goreng memang terlihat sederhana, tetapi hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh buah yang digunakan. Jika pisang terlalu matang atau teksturnya sudah lembek, daging buah bisa mudah hancur ketika terkena panas dan membuat gorengan kurang menarik.

Sebaliknya, pisang dengan tekstur yang masih kokoh dapat mempertahankan bentuknya selama proses penggorengan. Karena itu, penting mengetahui jenis, tingkat kematangan, dan kondisi fisik pisang sebelum membelinya agar hasil gorengan tetap utuh dan nikmat.

Berikut beberapa cara dalam memilih pisang yang tepat untuk digoreng agar tidak hancur, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (7/10).

1. Pilih Jenis Pisang dengan Daging Buah yang Padat

Tangani Luka Bakar, Mahasiswa IPB Kembangkan Gel dari Kulit Pisang Kepok
Mahasiswa IPB Kembangkan Gel dari Kulit Pisang Kepok untuk Tangani Luka Bakar. Foto: 8photo/freepik.

Tidak semua jenis pisang memiliki tekstur yang sama ketika digoreng. Pisang kepok menjadi salah satu pilihan yang cukup aman karena daging buahnya relatif padat sehingga tidak mudah hancur ketika terkena panas.

Selain pisang kepok, pisang tanduk juga cocok digunakan untuk membuat pisang goreng. Ukurannya yang besar membuatnya mudah dipotong sesuai kebutuhan, sementara teksturnya dapat memberikan bagian dalam yang lembut setelah digoreng.

Pisang nangka dan pisang uli juga dapat digunakan untuk olahan goreng. Namun, karakter teksturnya berbeda, sehingga pemilihan tingkat kematangan tetap perlu diperhatikan agar buah tidak terlalu lunak saat dimasak.

2. Pilih Pisang yang Matang, tetapi Masih Kokoh

Jenis Pisang dan Manfaatnya
Pisang Kepok / Sumber: commons.wikimedia.org

Untuk pisang goreng, jangan hanya berpatokan pada warna kulit yang sudah kuning. Pisang yang matang tetapi masih terasa kokoh ketika disentuh biasanya lebih mampu mempertahankan bentuknya dibandingkan buah yang sudah sangat lunak.

Pisang yang masih agak mentah atau setengah matang juga dapat menjadi pilihan, terutama jika menginginkan tekstur yang lebih kokoh. Pada tahap ini, daging buah masih memiliki struktur yang cukup kuat sehingga tidak gampang hancur selama proses penggorengan.

Sebaliknya, pisang yang terlalu matang cenderung memiliki daging buah lebih lembut. Kondisi tersebut membuatnya lebih berisiko hancur ketika dipotong, dibalut adonan, lalu dimasukkan ke dalam minyak panas.

3. Periksa Tekstur Pisang Sebelum Membeli

Ilustrasi kulit pisang
Ilustrasi kulit pisang (Photo by stevepb on Pixabay)

Tekstur merupakan salah satu tanda penting ketika memilih pisang untuk digoreng. Tekan permukaan buah secara perlahan dengan jari untuk memastikan dagingnya masih cukup padat dan tidak terasa terlalu lembek.

Pisang yang terlalu lunak sebaiknya tidak menjadi pilihan utama untuk pisang goreng. Selain lebih sulit dipotong dengan rapi, buah dengan tekstur seperti ini juga lebih mudah berubah menjadi lembek atau hancur ketika terkena panas.

Namun, bukan berarti pisang harus benar-benar keras. Pisang yang sedikit memberi tekanan tetapi masih kokoh justru lebih mudah diolah menjadi gorengan dengan tekstur yang tetap utuh setelah matang.

4. Hindari Pisang dengan Banyak Bercak Cokelat dan Memar

Ilustrasi Pisang dengan Banyak Bercak Cokelat dan Memar
Ilustrasi Pisang dengan Banyak Bercak Cokelat dan Memar (Photo by Engin Akyurt on Pexels)

Perhatikan kondisi kulit sebelum memasukkan pisang ke keranjang belanja. Bercak cokelat yang sangat banyak biasanya menunjukkan buah sudah semakin matang, sehingga tekstur dagingnya juga cenderung lebih lunak.

Pisang dengan memar berat juga sebaiknya tidak dipilih untuk digoreng. Bagian yang sudah mengalami kerusakan biasanya memiliki tekstur lebih lembek sehingga dapat membuat potongan tidak kokoh ketika diolah.

Bukan berarti sedikit perubahan warna pada kulit selalu menandakan pisang tidak layak digoreng. Yang lebih penting adalah memastikan daging buah masih padat, tidak lembek berlebihan, dan tidak menunjukkan bagian yang rusak.

5. Sesuaikan Tingkat Kematangan dengan Hasil yang Diinginkan

Olahan pisang yang cocok jadi teman minum kopi sore yakni pisang goreng madu
Olahan pisang yang cocok jadi teman minum kopi sore yakni pisang goreng madu (AI generated)

Tingkat kematangan dapat disesuaikan dengan karakter pisang goreng yang ingin dibuat. Pisang yang masih agak mentah cenderung lebih kokoh, sedangkan pisang yang lebih matang akan memberikan rasa manis dan tekstur yang lebih lembut.

Jika tujuan utamanya agar potongan pisang tidak hancur, pilih buah yang sudah cukup matang tetapi masih memiliki daging yang kuat. Pilihan ini memberikan keseimbangan antara rasa manis dan kemampuan buah mempertahankan bentuk saat digoreng.

Sementara itu, pisang yang sudah sangat matang dan lembek lebih cocok digunakan untuk olahan yang memang membutuhkan tekstur lunak. Buah seperti ini lebih berisiko kehilangan bentuk ketika dimasak dengan minyak panas.

6. Pilih Pisang yang Bentuknya Masih Utuh

Buah Pisang
Ilustrasi Buah Pisang Credit: pexels.com/Anastasia

Selain tingkat kematangan, kondisi fisik buah juga perlu diperiksa. Pilih pisang yang kulitnya masih relatif utuh dan tidak memiliki banyak bagian penyok atau memar.

Buah yang bentuknya masih baik akan lebih mudah dikupas dan dipotong tanpa banyak bagian yang terlepas. Hal ini juga membantu menghasilkan potongan yang lebih rapi ketika pisang akan dibalut adonan.

Dengan memilih pisang yang jenisnya sesuai, tingkat kematangannya pas, dan teksturnya masih kokoh, kemungkinan pisang hancur saat digoreng dapat dikurangi. Setelah itu, perhatikan pula proses penggorengan agar potongan tidak terlalu sering dibolak-balik atau ditekan saat masih lunak.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Memilih Pisang yang Tepat untuk Digoreng agar Tidak Hancur

Apa jenis pisang yang cocok untuk digoreng agar tidak hancur?

Pisang kepok dan pisang tanduk dapat menjadi pilihan karena memiliki tekstur yang relatif padat sehingga tidak mudah hancur saat digoreng.

Apakah pisang yang terlalu matang bisa digunakan untuk pisang goreng?

Bisa, tetapi pisang yang terlalu matang cenderung lebih lembek sehingga lebih mudah hancur ketika dipotong dan digoreng.

Bagaimana cara mengetahui pisang masih cukup kokoh untuk digoreng?

Tekan permukaan pisang secara perlahan. Pilih buah yang sedikit memberi tekanan tetapi dagingnya masih terasa padat dan tidak lembek berlebihan.

Apakah bercak cokelat pada kulit pisang berarti tidak cocok untuk digoreng?

Tidak selalu. Namun, jika bercak sudah banyak dan disertai tekstur buah yang sangat lembek atau memar, sebaiknya pilih pisang lain.

Rekomendasi