Perwakilan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed memperkenalkan uang kertas terbaru pecahan USD 100, di Jakarta, kemarin. Uang baru tersebut resmi dirilis dan disalurkan ke seluruh lembaga keuangan pada 8 Oktober 2013.
The Fed merasa perlu untuk menerbitkan pecahan USD 100 baru dengan fitur-fitur keamanan yang lebih canggih. Mengingat, pecahan itu paling banyak dipalsukan di luar negeri lantaran permintaannya lebih tinggi ketimbang pecahan dolar AS lainnya.
"Di AS, pecahan USD 100 bukan yang paling sering dipalsukan, tetapi di pasaran internasional pecahan ini menjadi yang paling banyak dipalsukan," jelas Direktur Bidang Uang Kertas The Fed, Michael J. Lambert.
Namun, Lambert menegaskan, pemalsuan dolar AS masih terhitung rendah. Dari sekitar 1,16 triliun lembar uang dolar AS yang beredar, jumlah pemalsuan uang dolar hanya sebesar 80 juta lembar.
Jika dibandingkan dengan rupiah, jelas pemalsuan terhadap dolar AS lebih tinggi. Mengingat status mata uang negeri Uwak Sam itu sebagai alat pembayaran internasional.
Sekadar ilustrasi, dari satu juga bilyet dolar AS yang diedarkan, bisa terdapat 20-30 lembar dolar AS palsu. Sementara, berdasarkan data Bank Indonesia, pada Agustus, merupakan pemalsuan rupiah tertinggi sepanjang 2013, dari 1 juta bilyet uang yang diedarkan, hanya enam yang palsu.