Pertarungan dua kandidat dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dan Mitt Romney akhirnya mencapai babak akhir. Barrack Obama kembali menduduki kursi orang nomor satu di Amerika Serikat setelah menguasai 275 daerah pemilihan paling besar.
Tidak bisa dipungkiri, perhatian dunia tertuju pada pemilihan presiden AS, termasuk Indonesia. Siapapun yang terpilih, diyakini tidak terlalu berpengaruh ke perekonomian nasional. Untuk level Asia, harus diakui bahwa sosok Obama paling disukai.
Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Dia tidak menampik bahwa investor di Asia, termasuk Indonesia, lebih menyukai Obama lantaran ingin kondisi perekonomian yang stabil lebih terjaga.
"Kalau Obama berkesinambungan dari sisi kebijakan, jadi (kebijakan perdagangan) kita ke dua (calon) fleksibel lah," ungkap Gita saat ditemui usai menghadiri acara Indonesia Investment Summit di Jakarta Selatan, Rabu (7/11).
Sesungguhnya, seandainya Romney yang terpilih, ada angin segar untuk sektor perdagangan Indonesia. Menurut Gita, Romney cukup mengerti seluk beluk dunia bisnis yang dapat menguntungkan perdagangan kedua negara di masa mendatang.
Gita melihat kemungkinan perdagangan Indonesia-Amerika yang beberapa tahun cenderung meningkat, bisa terus ditingkatkan seandainya Romney terpilih.
"Romney adalah mantan pengusaha, mengerti tentang bisnis dan properti dan efeknya akan bawa angin segarlah dengan kita untuk meningkatkan kinerja perdagangan dengan amerika untuk tahun-tahun ke depan," tegasnya Gita.
Sebelumnya, CNBC melaporkan pasar Asia tidak menginginkan Romney untuk menjadi Presiden baru AS. Pasalnya, calon presiden dari Partai Republik tersebut saat debat ketiga di masa kampanye menyatakan Amerika berperang dengan China melalui mata uang dan ekonomi.
Sejauh ini, kinerja ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam itu masih positif. Nilai ekspor Indonesia ke Amerika pada September 2012 tercatat mengalami peningkatan sebesar USD 16,7 juta. Sehingga tahun ini, total ekspor migas maupun non-migas ke negara itu sebesar USD 12,2 miliar.
Dari catatan Kementerian Perdagangan, tiga produk ekspor asal Tanah Air yang besar nilainya di Amerika adalah karet, udang, dan tekstil.