Pemilihan Presiden di Amerika Serikat yang berlangsung mulai Selasa (6/11) diperkirakan tidak akan berpengaruh terhadap pasar Indonesia. Meski begitu, jika Obama terpilih kembali untuk satu periode, akan lebih melegakan investor pasar Indonesia.
Analis pasar saham dari First Asia Capital David Sutyanto mengatakan bahwa pengaruh awal pemilu AS sudah terasa pada perdagangan Senin (5/11). "Lihat saja pada pembukaan, cenderung sepi kan? Karena semua investor sedang wait and see," ujar dia kepada merdeka.com, Senin (5/11).
Meskipun disinyalir pasar Indonesia tidak terpengaruh kepada siapa yang terpilih sebagai Presiden AS nantinya, namun David mengaku Barrack Obama cenderung lebih aman.
"Jika Romney terpilih, maka kesempatan untuk perubahan kebijakan lebih besar. Tapi jika Obama, juga tidak jelek rapornya," ujar dia.
Sentimen negatif Mitt Romney, lanjut dia, bermula dengan pernyataan calon presiden dari partai Republikan tersebut saat debat ketiga atau terakhir dengan Obama. Saat itu, Romney menyebutkan AS berperang dengan China melalui mata uang dan ekonomi.
Sebelumnya, CNBC melaporkan pasar Asia tidak menginginkan Romney untuk menjadi Presiden baru AS. Pasalnya, saat ini terdapat beberapa sentimen global yang telah mempengaruhi pasar.