Perumdam Tirta Lamandau Cetak Laba Rp1,9 Miliar di 2025: Transformasi dari Rugi Jadi Untung
Simak bagaimana Perumdam Tirta Lamandau berhasil mencetak laba Rp1,9 miliar pada 2025, membalikkan kondisi merugi selama bertahun-tahun melalui strategi efisiensi dan peningkatan layanan.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Lamandau berhasil mencatatkan tonggak sejarah penting dalam kinerja keuangannya. Pada tahun buku 2025, perusahaan ini sukses membalikkan kondisi dari merugi menjadi laba, menandai pencapaian positif yang pertama kali sejak berdiri.
Transformasi finansial ini terjadi berkat serangkaian strategi komprehensif yang diterapkan, termasuk perbaikan layanan dan penguatan tata kelola perusahaan. Direktur Perumdam Tirta Lamandau, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari upaya konsisten dalam menurunkan tingkat kerugian setiap tahunnya.
Dengan efisiensi operasional, optimalisasi kinerja, serta dukungan penyesuaian tarif pada akhir 2024, Perumdam Tirta Lamandau berhasil membukukan laba signifikan. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kesehatan finansial, tetapi juga komitmen perusahaan terhadap pelayanan publik yang lebih baik.
Transformasi Keuangan Perumdam Tirta Lamandau
Pada tahun 2025, Perumdam Tirta Lamandau berhasil membukukan laba sebesar Rp1,9 miliar. Angka ini merupakan pembalikan kondisi yang drastis, mengingat sebelumnya perusahaan masih mengalami kerugian sebesar Rp331,1 juta.
Direktur Zulkarnain menjelaskan bahwa pencapaian laba ini adalah puncak dari upaya berkelanjutan sejak tahun 2020. Sejak saat itu, pihaknya secara konsisten berupaya menurunkan tingkat kerugian setiap tahunnya.
Selain mencatatkan laba, arus kas perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan positif yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan fondasi keuangan Perumdam Tirta Lamandau yang semakin sehat dan mandiri.
Dukungan dari penyesuaian tarif pada akhir tahun 2024 turut berkontribusi pada pencapaian kinerja keuangan yang membanggakan ini. Langkah strategis tersebut menjadi salah satu faktor kunci dalam optimalisasi pendapatan perusahaan.
Peningkatan Layanan dan Efisiensi Operasional
Sejalan dengan perbaikan keuangan, kinerja pelayanan Perumdam Tirta Lamandau kepada pelanggan juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah sambungan langganan meningkat dari 4.797 menjadi 5.077 pelanggan.
Cakupan layanan teknis perusahaan turut naik dari 22,32 persen menjadi 23,34 persen, sementara cakupan administrasi meningkat dari 11,67 persen menjadi 12,18 persen. Ini menunjukkan jangkauan layanan yang semakin luas kepada masyarakat.
Efisiensi operasional juga terlihat dari keberhasilan menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). NRW berhasil ditekan dari 24,24 persen menjadi 23,39 persen, menunjukkan pengelolaan air yang lebih baik.
Kontinuitas layanan Perumdam Tirta Lamandau juga terjaga dengan baik, dengan rata-rata jam layanan harian mencapai 22–23 jam. Selain itu, efektivitas penagihan berada di atas 97 persen, yang sangat mendukung stabilitas arus kas perusahaan.
Pengakuan Kinerja dan Evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum
Kinerja positif Perumdam Tirta Lamandau tidak luput dari evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum. Perusahaan ini secara konsisten berada dalam kategori “Sehat” sejak tahun 2020.
Skor kinerja perusahaan menunjukkan peningkatan yang stabil, dari 3,16 pada tahun 2020 menjadi 3,31 pada evaluasi terbaru. Ini menegaskan komitmen Perumdam Tirta Lamandau terhadap standar operasional yang tinggi.
Pada penilaian tingkat kesehatan Perumdam tahun 2024, Perumdam Tirta Lamandau meraih nilai 3,09. Pencapaian ini menempatkan perusahaan pada Peringkat Nasional ke-10 dan Peringkat I Provinsi Kalimantan Tengah untuk kategori jumlah pelanggan hingga 10.000 sambungan langganan.
Meskipun hasil penilaian resmi untuk tahun 2025 belum dirilis, Direktur Zulkarnain optimistis bahwa kinerja perusahaan akan terus meningkat. Optimisme ini didasari oleh tren positif yang telah dicapai selama beberapa tahun terakhir.
Sumber: AntaraNews