Harga Minyak Langsung Naik Setelah AS-China Sepakat Hentikan Perang Dagang 90 Hari
Kedua negara sepakat bahwa kerja sama lebih penting dari perpecahan ekonomi.
Harga berbagai komoditas global mengalami penguatan setelah Amerika Serikat dan China menyepakati pemangkasan tarif timbal balik selama 90 hari sebagai hasil dari perundingan perdagangan yang berlangsung akhir pekan lalu di Jenewa, Swiss.
Dilansir dari Bloomberg, harga minyak mentah Brent tercatat naik hingga 3,7% di London, sementara harga tembaga naik 1,4%. Harga emas berjangka justru mengalami penurunan, menyusul meredanya permintaan terhadap aset safe haven. Komoditas lain seperti kedelai dan bijih besi juga menunjukkan tren penguatan.
Kesepakatan ini mencakup komitmen China untuk memangkas tarif atas produk-produk asal AS menjadi 10%, dari sebelumnya 125%. Di sisi lain, Amerika Serikat akan menurunkan tarifnya dari 145% menjadi 30%. Kebijakan pemangkasan tarif ini akan berlaku selama 90 hari ke depan sebagai upaya meredakan ketegangan perang dagang.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan dalam konferensi pers bahwa tidak ada satu negara pun yang menginginkan perekonomian global terfragmentasi.
“Kami semua sepakat bahwa kerja sama lebih penting dari perpecahan ekonomi,” tegasnya.
Sebelum pengumuman kesepakatan ini, harga komoditas global sempat merosot dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi yang terhambat oleh kebijakan tarif. Para analis minyak juga telah memangkas proyeksi permintaan global, dengan indikasi turunnya volume barang yang masuk ke pasar AS.
Pembicaraan akhir pekan yang menghasilkan kesepakatan ini dihadiri oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, serta sejumlah pejabat tinggi dari pemerintah Tiongkok.