Gelar aksi di sekitaran Monas, buruh minta kenaikan gaji USD 50

"Kenaikan upah USD 50 ini dilakukan agar upah pekerja menjadi layak, sehingga daya beli buruh makin meningkat. Ketika daya beli meningkat, dengan sendiri akan tercipta pertumbuhan ekonomi," kata Presiden KSPI, Said Iqbal.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Gelar aksi di sekitaran Monas, buruh minta kenaikan gaji USD 50
Buruh berkumpul di sekitar Monas. ©2017 Merdeka.com

Massa gabungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi di sekitaran Monumen Nasional (Monas) hari ini, Sabtu (7/10). Dalam aksi yang bertepatan dengan Hari Kerja Layak Sedunia ini, buruh meminta kenaikan gaji USD 50, yang dinilai layak saat ini.

"Kenaikan upah USD 50 ini dilakukan agar upah pekerja menjadi layak, sehingga daya beli buruh makin meningkat. Ketika daya beli meningkat, dengan sendiri akan tercipta pertumbuhan ekonomi," kata Presiden KSPI, Said Iqbal.

Tak hanya itu, dalam aksi kali ini, para buruh juga mengkritik Presiden Jokowi yang gencar membangun infrastruktur. Mereka menyebut, program tiga tahun presiden tersebut tidak memberi pengaruh terhadap kaum buruh.

"Pembangunan yang dilakukan presiden tidak berpengaruh terhadap buruh," ujar orator dari atas mobil komando.

Selanjutnya, para buruh menuntut janji kampanye Jokowi-JK yang akan akan mencabut sistem kerja outsourcing. "Magang mau dihilangkan upah mau dinaikan, itu mimpi kawan-kawan," kata orator.

Para buruh juga menyesalkan banyaknya PHK yang dilakukan perusahaan saat ini. "Janjinya PP 78/2015 untuk mencegah tidak ada PHK. Tetapi buktinya gelombang PHK terus terjadi."

Rekomendasi