Gandeng BPS, PTPN III Digitalisasi Data Statistik Perkebunan Nasional
Perjanjian ini berlaku selama tiga tahun ke depan hingga 20 Mei 2028.
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) RI terkait pertukaran dan pemanfaatan data statistik tanaman perkebunan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem data nasional untuk mendukung pembangunan sektor agribisnis dan perkebunan di Indonesia.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Direktur Pemasaran sekaligus Plt. Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III, Dwi Sutoro, dan Plt. Sekretaris Utama BPS RI, Moh Edy Mahmud. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, di Ballroom Gedung 1 BPS Pusat, Jakarta.
Dwi Sutoro menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen PTPN III dalam menciptakan sistem data yang kolaboratif dan digital. Salah satu upaya konkritnya melalui platform Sedia Data Perusahaan Perkebunan (SEDAPP) Online, yang akan mempermudah pengumpulan dan analisis data secara lebih efisien dan akurat di lingkungan PTPN Group.
"Kerja sama ini akan mempercepat transformasi digital data statistik perkebunan dan memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis data," ujar Dwi.
Perjanjian ini berlaku selama tiga tahun ke depan hingga 20 Mei 2028 dan mencakup pertukaran data rutin mengenai luas areal dan produksi tanaman perkebunan.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam penguatan basis data subsektor yang menjadi penopang utama perekonomian nasional. Menurutnya, pada Triwulan I-2025, subsektor tanaman perkebunan menyumbang sekitar sepertiga dari Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian secara luas, dan 4,15 persen terhadap PDB nasional.
"Digitalisasi data melalui SEDAPP Online diharapkan meningkatkan keakuratan, mempercepat diseminasi, serta efisiensi pemantauan subsektor perkebunan," kata Amalia.
Melalui kerja sama ini, baik PTPN III (Persero) maupun BPS RI diharapkan dapat terus mendorong inovasi dalam sistem statistik nasional, serta menciptakan pembangunan sektor perkebunan yang lebih berkelanjutan dan berbasis data.