FKIJK Kepri Gelar 'Financial Weekend' di Batam: Edukasi 5 Topik Literasi Keuangan untuk Masyarakat, Apa Saja?

FKIJK Kepri sukses menggelar 'Financial Weekend' di Batam, menyajikan edukasi masif lima topik literasi keuangan penting. Cari tahu bagaimana inisiatif ini meningkatkan pemahaman finansial masyarakat!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
FKIJK Kepri Gelar 'Financial Weekend' di Batam: Edukasi 5 Topik Literasi Keuangan untuk Masyarakat, Apa Saja?
FKIJK Kepri sukses menggelar 'Financial Weekend' di Batam, menyajikan edukasi masif lima topik literasi keuangan penting. Cari tahu bagaimana inisiatif ini meningkatkan pemahaman finansial masyarakat! (AntaraNews)

Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan 'Financial Weekend' di Kota Batam. Acara ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan melalui berbagai sesi edukasi. Kegiatan masif ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan indeks literasi finansial di wilayah Kepri.

Diselenggarakan di pusat perbelanjaan One Batam Mall, acara tersebut bertepatan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan Oktober 2025. Inisiatif ini menghadirkan lima topik utama dalam 'Financial Talk' yang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Masyarakat Batam antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk semua kalangan usia.

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Literasi Keuangan, serta Layanan Manajemen Strategis OJK Kepri, Muhammad Lutfi, menjelaskan bahwa 'Financial Talk' adalah inti dari program ini. FKIJK Kepri berupaya memberikan pemahaman mendalam mengenai produk dan layanan jasa keuangan. Hal ini diharapkan dapat membentengi masyarakat dari kasus penipuan dan investasi ilegal yang kian marak.

Lima Topik Edukasi Kunci dalam Literasi Keuangan

Muhammad Lutfi dari OJK Kepri merinci lima topik utama yang dibahas dalam 'Financial Talk'. Topik-topik ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek penting dalam dunia keuangan modern. Edukasi ini meliputi masa depan industri asuransi di era digital dan digitalisasi perbankan syariah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat naik kelas melalui akses pembiayaan yang tepat. Pentingnya peran pasar modal bagi generasi muda juga menjadi fokus diskusi. Terakhir, topik perlindungan konsumen jasa keuangan turut dibahas secara mendalam.

Kelima topik ini dipilih untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial yang lebih cerdas dan aman. Peningkatan literasi keuangan menjadi prioritas utama dalam setiap sesi edukasi.

Kolaborasi Strategis OJK dan FKIJK Tingkatkan Pemahaman Finansial

Kegiatan 'Financial Weekend' ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan FKIJK Kepri. FKIJK Kepri sendiri telah dikukuhkan oleh Gubernur Kepri pada tahun 2024. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Muhammad Lutfi menekankan pentingnya koordinasi antara kedua lembaga dalam menentukan program bersama. Ia menyatakan, "Kolaborasi ini sangat penting. Kami berkoordinasi untuk menentukan kegiatan bersama, dan tahun ini dimulai dengan Financial Weekend sebagai langkah awal meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Kepri."

OJK Kepri memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya FKIJK Kepri dalam menyelenggarakan edukasi ini. Terutama di tengah maraknya kasus penipuan dan praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat. Diharapkan kerja sama ini terus berlanjut untuk kesejahteraan masyarakat.

Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini dan Peran Pemerintah Daerah

Ketua FKIJK Kepri, Indra Sakti Agung Nugroho, menjelaskan bahwa 'Financial Weekend' tidak hanya berisi diskusi. Acara ini juga menyertakan lomba edukatif seperti mewarnai untuk anak-anak, lomba ranking 1, dan 'money relay'. "Kami ingin mengenalkan literasi keuangan sejak dini agar generasi muda memahami pentingnya pengelolaan keuangan," katanya.

Pendekatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman finansial sejak usia muda. Dengan demikian, generasi penerus dapat tumbuh menjadi individu yang cakap dalam mengelola keuangan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk membentuk masyarakat yang melek finansial dan bertanggung jawab.

Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batam, Abdul Malik, juga turut berperan aktif. Pemkot Batam berkontribusi dalam inklusi keuangan melalui program asuransi dan kredit. Program Wali Kota Batam memberikan perlindungan sosial bagi 24.300 pekerja informal dan pembiayaan UMKM hingga Rp20 juta tanpa bunga dan agunan. Ini adalah contoh nyata dukungan pemerintah terhadap literasi dan inklusi keuangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi