Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali menjadi sorotan sebagai salah satu instrumen vital pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait seperti Bulog, Dinas Pangan, Kadin, dan dukungan dari TNI serta Polri. Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau, mengendalikan laju inflasi, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa GPM adalah sinergi luar biasa yang melibatkan semua elemen untuk menjaga stabilitas pangan. Upaya ini terus diperkuat melalui penyelenggaraan GPM di berbagai daerah, termasuk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Intervensi pasar melalui GPM menjadi krusial, terutama di daerah-daerah dengan tingkat inflasi pangan yang tinggi, demi memastikan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan pangan yang terjangkau.
Hingga tanggal 25 Agustus 2025, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 6.845 kali di seluruh penjuru Indonesia, menunjukkan skala dan komitmen pemerintah yang masif. Di Sulawesi Tenggara sendiri, GPM sudah terlaksana 18 kali, sementara Kota Kendari menjadi salah satu daerah paling aktif dengan 46 kali penyelenggaraan. Angka-angka ini mencerminkan dedikasi dalam memastikan akses pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan manifestasi nyata dari kolaborasi multi-pihak yang bertujuan menjaga stabilitas pangan. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha adalah kunci keberhasilan program ini. Keterlibatan berbagai instansi seperti Bulog, Dinas Pangan, Kadin, serta dukungan dari TNI dan Polri, memastikan jangkauan dan efektivitas intervensi pasar.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turut mengamini pentingnya GPM sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat dan gotong royong dengan daerah. Menurutnya, tantangan sektor pangan saat ini semakin kompleks, meliputi ketidakpastian iklim, gejolak harga global, hingga isu rantai pasok. Oleh karena itu, GPM menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang wajar di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Gubernur Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie atas dukungan penuh mereka. Dukungan ini sangat vital dalam pelaksanaan GPM di wilayahnya, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam situasi ekonomi yang dinamis.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara konsisten telah menunjukkan dampak positif dalam menjaga keterjangkauan pangan. Dengan total 6.845 kali penyelenggaraan di seluruh Indonesia hingga 25 Agustus 2025, GPM telah menjadi tulang punggung dalam upaya mengendalikan inflasi pangan. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap fluktuasi harga.
Di Sulawesi Tenggara, GPM telah terlaksana sebanyak 18 kali, dengan Kota Kendari menjadi salah satu titik fokus utama yang mencatat 46 kali penyelenggaraan. Frekuensi ini menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Tujuan utama GPM adalah menjaga keterjangkauan pangan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah, yang semuanya tercapai melalui penyediaan komoditas dengan harga yang lebih rendah dari pasar.
GPM di Kendari yang dilaksanakan selama dua hari, 26-27 Agustus 2025, melibatkan 29 mitra yang menyediakan beragam pangan pokok. Harga yang ditawarkan sangat menarik dan terjangkau bagi masyarakat. Contohnya, beras SPHP tersedia seharga Rp11.600/kg, beras premium Rp14.800/kg, minyak goreng Rp15.500–Rp21.000/liter, gula pasir Rp17.000/kg, telur ayam Rp26.000/kg, hingga berbagai sayuran dengan harga Rp5.000–Rp10.000 per pack. Ketersediaan pangan dengan harga yang stabil ini sangat membantu daya beli masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews