Di KTT G20, Trump & Xi Jinping Sepakat Gencatan Perang Dagang dan Kembali Berunding

Sabtu, 29 Juni 2019 12:17 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Di KTT G20, Trump & Xi Jinping Sepakat Gencatan Perang Dagang dan Kembali Berunding Donald Trump bertemu Xi Jinping Bahas Perang Dagang. ©REUTERS/Carlos Barria

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral yang sangat dinanti-nantikan di KTT G-20 di Osaka, Jepang. Kedua pemimpin itu dilaporkan setuju untuk melanjutkan negosiasi perdagangan setelah serangkaian kenaikan tarif impor hingga menimbulkan trade war atau perang dagang antar kedua negara.

Sebelumnya, negosiasi Trump dan Xi Jinping sempat terhenti karena tidak mencapai kata sepakat. Seperti diketahui, perang dagang yang terjadi antar kedua negara raksasa tersebut memberi dampak besar dan mengancam ekonomi global.

"Kami kembali berunding," kata Trump saat ditemui usai pertemuan, dilansir dari CNBC, Sabtu (29/6).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 80 menit tersebut Trump mengungkapkan pembicaraan berjalan baik, dan negosiasi dengan China akan terus berlanjut.

Sementara itu, media pemerintah China juga melaporkan kedua pihak telah sepakat untuk memulai kembali perundingan. AS juga tidak berencana untuk memungut tarif baru atas barang-barang China pada saat ini.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo berharap pertemuan di negeri Sakura tersebut dapat menghasilkan hal positif yang dapat mengatasi ketidakpastian global yang saat ini terus terjadi.

"Kalau hasilnya positif dari Osaka summit tentunya adalah akan adanya sentimen positif , koreksi positif dari pertumbuhan ekonomi dunia," kata dia saat ditemui di Mesjid BI, Jakarta, Jumat (28/6).

Jika hal tersebut terwujud, dia mengungkapkan perekonomian global akan semakin membaik ditopang oleh perdagangan yang meningkat.

"Sudah pasti itu akan membentuk permintaan perdagangan dunia meningkat, harga komoditi membaik," ujarnya.

Dia melanjutkan, kondisi tersebut akan sangat menguntungkan bagi negara - negara berkembang (emerging market) termasuk Indonesia yang selama ini selalu terkena dampak buruk dari adanya ketidakpastian global.

"Beberapa negara emerging yang sekarang terkena pengaruh (perang dagang) melambatnya ekspor akan terbantu, termasuk Indonesia. Kalau ekspor terbantu akan mendorong kembali domestik demand membaik, konsumsi dan investasi. Kita tetap pada skenario tentunya mengarahkan sisi yang positif," tutupnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini