Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,75 persen hingga 2 persen.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kenaikan suku bunga The Fed ini adalah simbol mulai bangkitnya perekonomian negeri Paman Sam itu.
"Ini (kenaikan suku bunga acuan The Fed) tanda bahwa ekonomi Amerika Serikat mulai bangkit," ungkapnya ketika ditemui di kediamannya, Jakarta, Jumat (15/6).
Indikasi mulai bangkitnya perekonomiannya AS ini, akan turut memberikan dampak positif bagi Indonesia, seperti meningkatkan permintaan bahan baku yang berasal dari Indonesia.
"Segi positifnya, tentu akan banyak dibutuhkan pasokan bahan baku dari Indonesia. Otomatis kebutuhan di As akan lebih besar. Sehingga potensi yang besar kita untuk ekspor," kata dia.
Untuk diketahui, selain menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Bank Sentral AS juga menyatakan akan menaikkan empat kali suku bunga acuan untuk merangsang ekonomi.