Bi 7 Days Repo Rate
-
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Bank Mandiri Dukung Kenaikan Suku Bunga Acuan BIDirektur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen sejalan dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia.
-
Ekonomi •Menko Airlangga Minta BI Tak Buru-Buru Naikkan Suku Bunga Acuan, ini AlasannyaMenteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap, Bank Indonesia (BI) tidak terburu-buru menaikan suku bunga acuan yang terjaga di level 3,5 persen. Kebijakan ini penting untuk menjaga Indonesia aman dari lonjakan inflasi.
-
Ekonomi •Alasan Bank Indonesia Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan di 3,5 PersenBank Indonesia (BI) buka suara terkait keputusannya untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRRR di level 3,50 persen pada Juli 2022.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuran 3,5 PersenRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Juli 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 PersenSelain suku bunga acuan, bank sentral pun kembali menahan suku bunga deposite facility tetap sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility tetap di level 4,25 persen.
-
Ekonomi •BI Soal Proyeksi Suku Bunga ke Depan: 3,5 Persen Sampai Terdapat Tekanan InflasiGubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menilai, pihaknya tak akan terburu-buru meningkatkan suku bunga acuan. Mengacu pada kondisi inflasi yang masih rendah saat ini.
-
Ekonomi •April, Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5 PersenBank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRRR di level 3,50 persen pada April 2022. Keputusan itu diambil setelah bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Senin hingga Selasa, atau 18-19 April 2022.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Diprediksi Bakal Tahan Suku Bunga Acuan, Ini SebabnyaFaisal mencatat, setidaknya ada dua alasan kuat bagi BI untuk mempertahankan suku bunga acuan pada periode April ini. Pertama, nilai tukar Rupiah cenderung stabil ditopang oleh surplus neraca dagang yang tetap tinggi dan terus berlanjut. Sehingga, suku bunga rendah diperlukan untuk menopang neraca transaksi berjalan.
-
Ekonomi •Gubernur BI Ungkap Alasan Belum Ubah Suku Bunga Acuan dari 3,5 PersenBank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga kebijakan BI-7 Day Reverse Repo Rate pada level 3,5 persen selama kuartal I-2022. Hal itu dilakukan dalam rangka menempuh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen"Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar dan sistem keuangan, serta upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo.
-
Ekonomi •Respons Bos BI Soal Sampai Kapan Suku Bunga Acuan Dipertahankan di 3,5 PersenBank Indonesia (BI) berkomitmen, untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRRR di level 3,5 persen hingga munculnya tanda-tanda lonjakan inflasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen di MeiRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DDR) sebesar 3,5 persen pada Mei 2021. Tingkat suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing juga tetap sebesar 2,75 persen dan 4,25 persen.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Tetapkan Suku Bunga Acuan Mei 2021 Tetap 3,5 PersenRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DDR) sebesar 3,5 persen pada Mei 2021. Demikian juga dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility dengan masing-masing tetap sebesar 2,75 persen dan 4,25 persen.
-
Ekonomi •Inflasi RI Rendah, BI Nilai Peluang Penurunan Suku Bunga Acuan Masih TerbukaBank sentral Brasil dan Turki sudah menaikkan suku bunga acuan, berbeda dengan sejumlah negara lain termasuk Indonesia yang masih menahan suku bunga acuannya. Menanggapi hal ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan Indonesia melihat ruang untuk penurunan suku bunga masih sangat terbuka.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Terus Dorong Perbankan Turunkan Suku Bunga KreditRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) pada level 3,50 persen.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Diminta Tak Lagi Turunkan Suku Bunga AcuanChief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk, Adrian Panggabean menilai, Bank Indonesia tidak perlu lagi menurunkan suku bunga acuan lebih dari 3,5 persen. Meskipun ruang untuk penurunan BI 7 Days Reserve Repo Rate (BI-7DRRR) masih terbuka di tengah kondisi perekonomian nasional saat ini.
-
Ekonomi •Penurunan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Disebut Tak Efektif Dorong KonsumsiDirektur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menilai, penurunan suku bunga Bank Indonesia tidak efektif dorong konsumsi. Sebab, penyesuaian bunga yang dilakukan perbankan justru memperlebar margin suku bunga pembiayaan.
-
Ekonomi •Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,5 PersenKeputusan itu diambil setelah bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu hingga Kamis, 17-18 Februari 2021.
-
Ekonomi •BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Januari 2021 di 3,75 PersenRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 20-21 Januari 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 3,75 persen persen. Selain mempertahankan suku bunga acuan, suku bunga deposito facility juga tetap pada 3 persen, dan suku bunga lending facility 4,5 persen.
-
Ekonomi •Catatan Ekonomi Indonesia yang Cetak Sejarah Sepanjang 2020Perekonomian Indonesia menghadapi ujian berat selama 2020. Di mana, tahun ini, ekonomi harus kembali mengalami resesi sejak terakhir pada 22 tahun silam. Bank Dunia mencatat, sejak 1871 sampai 2020, sudah ada 14 resesi ekonomi global yang terjadi.