Casis Polri korban begal, Satrio Mukti Raharjo kini lolos menjadi Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.
Diterimanya Satrio menjadi anggota Polri merupakan bentuk perhatian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kasus yang menimpanya. Begitu berterima kasih, Satrio mengungkap sebuah janji untuk sang jenderal.
Lantas seperti apa janji Satrio kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo? Berikut ulasan selengkapnya, Kamis (30/5).
Satrio resmi lolos jadi Bintara Polri. Hal ini tentu saja membuat casis korban begal itu merasa bahagia.
Keberhasilan Satrio mewujudkan mimpi menjadi seorang anggota Polri lantas juga membuat orangtuanya bangga hingga menangis haru.
“Saya langsung ngasih tahu orangtua. Mama sama ayah langsung kayak nangis bahagia karena (saya) jadi polisi dan sebagainya,” tutur Satrio selayaknya nampak dalam video unggahan Instagram @ssdm_polri.
Satrio pun sangat bersyukur atas pencapaian itu dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena membuat dirinya mendapat kuota khusus.
Walau begitu, Satrio mengatakan tetap mengikuti tes seleksi Bintara, seperti tes akademik sedang dijalaninya saat ini.
Advertisement
Advertisement
Usai dikabarkan lolos menjadi Bintara Polri, membuat Satrio mengungkap sebuah janji kepada Kapolri. Ia berjanji akan menjadi sosok polisi yang baik.
“Apa yang saya janjikan kepada bapak Kapolri, saya akan menjadi polisi yang baik, mengayomi masyarakat, rendah hati, humble, tetap merakyat dan sebagainya,” ucap Satrio dengan kondisi tangan masih diperban.
Instagram/ssdm_polri
Advertisement
Sebelumnya, pada acara Rapat Kerja Teknis Staf Sumber Daya Manusia (Rakernis SSDM) Polri, Selasa (28/5) Satrio mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Kapolri.
Saat berdiri di depan Satrio, Kapolri memegang pipi casis korban begal itu.
Merasa bangga dan bahagia, Satrio akhirnya langsung mencium tangan sang jenderal.
Advertisement
Satrio mengalami kejadian tak mengenakan itu ketika ia berangkat menuju lokasi tes casis bintara Polri pada 11 Mei 2024 lalu.
Sesampainya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat tiba-tiba empat orang tak dikenal memepetnya dan mengayunkan golok.
Empat orang ini berhasil menebas jari kelingking Satrio dan membawa lari sepeda motornya. Pelaku begal juga mengambil dua ponsel milik casis ini hingga mengalami kerugian total Rp25 juta.