Isak Tangis Pasangan Ini Gelar Akad Nikah Depan Jenazah Sang Ibu yang Telah Meninggal

Sebuah video memperlihatkan pasangan menggelar akad nikah di depan jenazah sang ibu yang sudah wafat.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Isak Tangis Pasangan Ini Gelar Akad Nikah Depan Jenazah Sang Ibu yang Telah Meninggal
Isak Tangis Pasangan Ini Gelar Akad Nikah Depan Jenazah Sang Ibu yang Telah Meninggal. ©2023 Merdeka.com/instagram.com/indotoday

Kepergian seorang ibu adalah peristiwa menyedihkan yang sangat menghancur leburkan hati. Namun, kehidupan manusia harus tetap berjalan normal.

Sebuah video memperlihatkan pasangan menggelar akad nikah di depan jenazah sang ibu yang sudah wafat.

Momen itu pun membuat haru dan mengundang isak tangis dari keluarga besar, terutama kedua mempelai. Simak ulasannya sebagai berikut.

Akad Nikah di Depan Jenazah Ibunda

Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @indotoday memperlihatkan sebuah keluarga besar sedang menggelar sebuah acara sakral yaitu akad nikah.

Namun, berbeda dari akad nikah biasanya. Pernikahan ini digelar di hari saat sang ibunda dari mempelai wanita meninggal dunia.

Keluarga besar yang hadir di rumah tersebut pun hanya bisa diam termenung dan memberikan semangat kepada mempelai yang menjalani akad nikah

Isak Tangis Keluarga Besar

Tidak diketahui di mana peristiwa itu terjadi, namun kesedihan yang terpancar dari seluruh anggota keluarga terutama mempelai tidak bisa dibendung.

Pengantin perempuan pun sesekali terjatuh karena tangis yang tidak bisa ia tahan. Bagaimana tidak, pernikahan yang seharusnya berlangsung bahagia, justru dilaksanakan di hari berduka.

“Isak tangis mewarnai pernikahan pengantin ini,” tulis keterangan video.

Pernikahan 2 Minggu Lagi

Diketahui bahwa pernikahan tersebut sejatinya dilaksanakan dua minggu lagi. Namun, karena sang ibunda meninggal maka terpaksa harus dilakukan di hari itu juga.

Tidak diketahui alasan mengapa hal itu dilakukan. Namun, pernikahan di hari duka adalah momen paling menyedihkan yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun.

“Pasalnya pernikahannya yang harusnya di gelar 2 minggu lagi, terpaksa dilangsungkan di hari meninggalnya sang Ibunda,” lanjutnya.

Rekomendasi