PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) genap berusia 57 tahun pada Rabu, 9 September 2026. Momentum hari jadi ini dimanfaatkan PTK untuk memperkuat komitmen pelayanan di industri maritim nasional dengan mengusung prinsip SIAP, yaitu Solutive, Integrity, Adaptive, dan Proven. Nilai ini mencerminkan keterpaduan antar-direktorat untuk menggenjot target bisnis, keunggulan operasional, serta tata kelola perusahaan yang kuat.
Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics (IML) PT Pertamina (Persero), PTK menyediakan layanan jasa maritim baik untuk armada captive maupun non-captive. Rekam jejak panjang yang dimiliki kian memantapkan fokus perusahaan dalam memberikan operational excellence.
“PTK melayani industri maritim kepelabuhan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus "Solutive" atau memberikan solusi terhadap kebutuhan customer secara end-to-end, dari mulai kapal datang, keagenannya, pandu tunda, kebutuhan, dan ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK,” jelas Direktur Utama PTK, Harris Abdi Sembiring Meliala, dalam sambutannya di acara Syukuran HUT ke-57 PTK di Jakarta.
Harris menjelaskan detail pilar bisnis perusahaan. Selain Solutive, prinsip Integrity dihadirkan untuk menjaga kualitas layanan terbaik. Selanjutnya, Adaptive menjadi modal penting dalam memitigasi perubahan pasar serta operasional. Terakhir, Proven merupakan bentuk pembuktian atas keandalan, profesionalisme, serta rekam jejak PTK demi menjaga kepercayaan pelanggan.
"PTK sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga eksekusi operasional excellence dapat benar-benar dirasakan oleh pelanggan," tegas Harris.
Advertisement
Dukungan Pemegang Saham
Dukungan juga mengalir dari pemegang saham mayoritas. Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping, Saptiadi Nugraha, menegaskan komitmen Subholding IML untuk menopang PTK melalui penyediaan jasa marine dan logistik yang andal, terpadu, serta berkelanjutan.
"Kami meyakini bahwa peran PTK sangat strategis dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Sinergi yang kuat antar entitas dan ekosistem Pertamina menjadi fondasi penting dalam penciptaan nilai tambah, meningkatkan daya saing perusahaan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh," ujar Saptiadi.
Memulai perjalanannya sejak 1969 dengan nama PT Pertamina Tongkang, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini terus berekspansi mendirikan lini bisnis penunjang hingga berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 2011. Saat ini, cakupan operasional PTK meliputi penyediaan dan pengoperasian armada kapal penunjang (support vessel), operasional pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service), hingga pangkalan logistik pesisir (shorebase) di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Menatap masa depan, PTK terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem maritim nasional lewat langkah-langkah modernisasi.
"Ke depan, kita akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Harris.