Sebagai pemain utama di industri maritim nasional, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menegaskan komitmen perusahaan dalam merawat ekosistem kelautan. Langkah ini dibuktikan lewat aksi nyata penanaman 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara, sejalan dengan operasional bisnis perusahaan yang aman dan ramah lingkungan.
Plt. Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, mengungkapkan bahwa PTK memiliki keterikatan yang sangat erat dengan wilayah perairan. Oleh sebab itu, kelestarian ekosistem laut menjadi fondasi utama yang tak terpisahkan dari keberlanjutan bisnis perusahaan. Bagi Eko, kontribusi terhadap lingkungan harus berjalan selaras dengan upaya PTK dalam menjaga keandalan industri maritim di Indonesia.
"Sebagai perusahaan yang tumbuh dan beroperasi di sektor maritim, laut bukan hanya menjadi ruang bagi aktivitas bisnis PTK, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus kita jaga bersama. Karena itu, menjaga keandalan layanan maritim perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," ujar Eko di Jakarta, Rabu (19/8).
Aksi konservasi bertajuk coral plantation ini dipusatkan di Pantai Pulisan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara—satu dari sekian kawasan coral triangle (segitiga terumbu karang) dunia. Digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PTK menggandeng sinergi lintas entitas Pertamina Group, mulai dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Pertamina International Shipping (PIS), hingga jajaran anak usaha PTK seperti PT Pertamina Port & Logistic (PPL), PT Pertamina Marine Engineering (PME), PT Pertamina Marine Solutions (PMSol), serta PT Trans Yeong Marine (TYM).
Proses transplantasi terumbu karang ini melibatkan 26 penyelam dari internal Pertamina dan 10 penyelam lokal. Kegiatan tersebut turut diperkuat lewat kolaborasi bersama lembaga swadaya masyarakat lingkungan SeaSoldier, komunitas pecinta lingkungan, warga setempat, hingga pemerintah daerah.
"Melalui sinergi lintas entitas, baik dengan Pertamina Group maupun Pemda dan masyarakat, PTK sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Kami percaya, laut yang sehat akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi yang akan datang," lanjut Eko.
Advertisement
Sudut Pandang Sosial dan Ekologi
Dari sudut pandang sosial dan ekologi, Vice President Legal & Relation PTK, Amran Reza, menambahkan bahwa aksi penanaman terumbu karang ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Terumbu karang memegang peran sentral sebagai rumah bagi ribuan biota laut, penyokong utama siklus rantai makanan, sekaligus benteng alami penahan erosi pantai dari ancaman abrasi. Keberadaan ekosistem karang yang sehat pada akhirnya juga mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga pesisir berkat melimpahnya populasi ikan.
"Melalui langkah ini, PTK terus memperkuat perannya sebagai perusahaan maritim dengan layanan andal untuk mendukung industri maritim Indonesia, sekaligus merawat laut sebagai bagian dari masa depan Indonesia," jelas Amran.
Langkah hijau ini menjadi cerminan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya dalam menjaga ekosistem laut, mengatasi dampak perubahan iklim, dan memperkuat kemitraan strategis demi keberlanjutan masa depan.