Antrean kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Kota Makassar secara bertahap mulai melandai. Kondisi positif ini merupakan hasil sinergi dan langkah optimalisasi pasokan BBM yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengonfirmasi penurunan panjang antrean tersebut.
"Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai. Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat,” ujar Kitty.
Wujud kolaborasi kedua pihak di antaranya berupa penerapan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM di SPBU. Kebijakan ini diterapkan guna mengurai penumpukan kendaraan sekaligus menertibkan pelayanan di lapangan.
Dari aspek operasional, Pertamina Patra Niaga memperkuat armada mobil tangki pengangkut BBM yang disiagakan selama 24 jam nonstop. Tak hanya itu, 25 SPBU di Makassar kini beroperasi 24 jam penuh demi memperluas jangkauan layanan warga.
Pengelola juga memacu kapasitas layanan lewat penambahan nozzle BBM subsidi, pengerahan tenaga operator tambahan, hingga penerjunkan 3 unit SPBU Modular di titik-titik distribusi strategis.
“Berbagai langkah ini kami lakukan untuk memastikan pasokan dan pelayanan terus berjalan secara optimal. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar,” lanjut Kitty.
Advertisement
BBM Kebutuhan Krusial
Pertamina Patra Niaga menyadari betul bahwa BBM merupakan kebutuhan krusial penyokong mobilitas warga. Oleh sebab itu, pembenahan pasokan, pola distribusi, hingga peningkatan kualitas layanan terus dievaluasi secara berkala.
Apresiasi disampaikan perusahaan kepada Pemprov Sulsel dan warga yang kooperatif mematuhi arahan petugas di SPBU.
"Pertamina Patra Niaga akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan distribusi BBM berjalan dengan optimal, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas sehari-hari dapat terus berjalan dengan lancar," tutup Kitty.