Advertisement
Momen jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bertemu dengan pengamen yang sudah dikenalnya dari sejak pangkat Letkol.
Advertisement
Usut punya usut, pengamen ini memang sudah dikenalnya sejak masih menyandang pangkat Letkol.
Ternyata, sang pengamen masih menggunakan gitar yang sama. Hal ini membuat Dudung memberikan tawaran tak terduga.
Advertisement
Tiktok/Wahyu Suhada
Dudung Abdurachman bertemu dengan seorang pengamen ‘legenda’ bagi dirinya.
Seperti dijelaskan dalam unggahan akun Tiktok @wahyusuhada_ bahwa pengamen tersebut memang sudah dikenal Dudung sejak dirinya masih bertugas sebagai prajurit TNI berpangkat Letkol.
Advertisement
Dudung melihat si pengamen itu masih menggunakan gitar yang sama sejak dulu.
Advertisement
"Ini kalau beli gitar berapa? Yang bagus Rp1 jutaan ya?," papar Dudung.
Advertisement
Mendengar jawaban dari pengamen itu, Dudung berniatan untuk memberikan sebesar Rp1 juta kepadanya.
"Dulu ketika saya masih letnan kolonel, saya pergi ke sebuah rumah makan. Pak Didik ini sudah ada. Dulu saya pernah nyoba gitarnya sampai sekarang ini, nanti saya belikan yang baru ya pak," tutur Dudung.
Lebih lanjut, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini mencoba gitar legendaris tersebut. Ia memainkan lagu berjudul 'Demi Kau dan Sebuah Hati' yang dipopulerkan penyanyi senior Pance F Pondaag.
Advertisement
Advertisement
Didik pengamen memainkan gitarnya, sementara Dudung unjuk kebolehan lewat suara khasnya.
Advertisement
Momen nostalgia Dudung Abdurachman bertemu dengan pengamen yang sudah lama dikenalnya itu begitu mengundang perhatian publik. Tak ayal banyak komentar ditinggalkan para netizen menanggapi momen tersebut.
Advertisement
"Masya Allah jenderal, teruslah tuai kebaikan insya Allah, Allah SWT akan menggantikan berlipat ganda rezeki sampeyan jenderal 🙏🙏🙏," timpal @f3rr1.
Advertisement
"😭😭😭😭😭 trimaksih bapak," tutur @Aiii.
@wahyusuhada_ Jendral Dudung AR Bernostalgia bernyanyi sersama pengamen di jaman kolonel #dudungabdurachman #jendraldudungabdurahman #pengamen #viral #viralvideo ♬ suara asli - Wahyu Suhada