HRD Perusahaan Terima Fresh Graduate Padahal Tak Punya Pengalaman & Prestasi, Ternyata Sosoknya Tak Sembarangan
HRD bagikan cerita terima fresh graduate tak berpengalaman tapi akhirnya sukses.
Ketekunan dan kerja keras seorang pencari kerja akan diperhatikan oleh HRD sebagai nilai plus dalam merekrut karyawan. Salah satunya adalah kejadian yang baru-baru ini viral di media sosial.
Momen itu diunggah dalam sebuah akun X @dharmawangs4. Ia membagikan ceritanya ketika memutuskan untuk merekrut seorang karyawan tanpa melihat IPK, prestasi dan pengalamannya.
Namun, setelah 6 bulan ia bekerja, karyawan tersebut berhasil membuktikan dengan menjadi top performer di tim, karena ia bukan orang sembarangan. Simak ulasannya sebagai berikut.
HRD Perusahaan Terima Fresh Graduate Tak Berpengalaman
Akun X @dharmawangs4 membagikan kisah menarik saat ia bertemu dengan seorang calon karyawan yang akan melakukan interview. Ia adalah seorang fresh graduate dengan CV kusut dan kemeja kedodoran.
Calon karyawan tersebut sama sekali tidak memiliki prestasi yang membanggakan dan pengalaman kerja yang relevan. Di samping itu, ia juga lulusan dari salah satu kampus swasta dengan IPK 2,9.
Ia sudah tujuh kali interview di tempat kerja yang berbeda. Beberapa alasan penolakan yang diterima cukup beragam. Mulai dari skill public speaking yang lemah, hingga bahasa Inggris yang kurang baik.
Namun, di balik itu semua, calon karyawan tersebut adalah seorang yang bukan sembarangan. Selama kuliah, ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai penjual gas 3 kg di kampung. Pekerjaan itu dilakukan untuk membantu orangtuanya.
“Doi graduated telat 1 tahun. Bukan karena males. Tapi karena sambil ngurus emaknya yang stroke. Pagi kuliah, siang jualan gas, malam jaga emak. Tapi ga ada tuh di CV-nya. Gue tau karena gue tanya,” tulis akun @dharmawangs4.
Sukses di Tempat Kerja
HRD memutuskan untuk merekrut karyawan tersebut, dan selama 6 bulan bekerja, ia berhasil menjadi top performer di tim. Pria itu benar-benar membuktikan bahwa ia sangat layak diterima di pekerjaannya sekarang.
“Long story short: He got the job. Bukan karena kasihan. Tapi karena dia punya something that can’t be taught: GRIT. Sekarang? Udah 6 bulan kerja. Top performer di tim gue. Still taking care of his mom. Still learning every single day,” lanjutnya.
GRIT merupakan usaha yang panjang untuk mendapatkan sesuatu. GRIT bukan hanya sekadar bekerja keras. Seorang yang memiliki kepribadian GRIT akan berpikir untuk terus tumbuh dan berani menerima tantangan.
Di akhir, HRD mengatakan jika dalam perekrutan karyawan tidak melulu tentang CV yang sempurna. Terkadang, perekrut perlu mempertimbangkan hal lain yang dapat menunjang kemampuan seorang karyawan untuk bekerja dengan baik.
“Kesuksesan tidak selalu tentang CV yang sempurna. Terkadang kesuksesan adalah tentang: pantang menyerah, belajar dari penolakan, mengurus keluarga sambil bertumbuh, memulai dari nol, terus melangkah maju,” pungkasnya.