Gara-Gara Main Hp Sembarangan, Bocah SD Habiskan Rp69 Juta untuk Beli Permen Bikin Ibuya Syok
Seorang anak membuat heboh karena tanpa sepengetahuan orangtuanya, ia memesan 70.000 lolipop melalui ponsel ibunya hingga menghabiskan uang hingga Rp69 juta.
Akhir pekan yang tampaknya biasa saja berubah menjadi mimpi buruk penuh dengan kejutan (dan gula) bagi Holly LaFavers, seorang ibu yang tinggal di Lexington, Kentucky. Putranya yang masih bersekolah di kelas dua SD, Liam, tanpa sepengetahuannya memesan 70.000 lolipop melalui Amazon saat ia bermain ponsel. Siapa yang menyangka bahwa sekadar bermain-main dengan ponsel dapat berujung pada tagihan belanja yang mencapai puluhan juta rupiah?
Kisah ini tidak hanya menghibur warganet, tetapi juga membuat mereka merasakan ketegangan saat membayangkan besarnya jumlah uang yang harus dibayarkan. Kejadian semacam ini tidak hanya terjadi di luar negeri; ternyata, beberapa orang tua di Indonesia juga pernah mengalami hal serupa.
Mengeluarkan Rp69 Juta untuk Membeli 70.000 Permen
LaFavers membagikan kisah mengejutkan di media sosial setelah menemukan 30 kotak besar berisi permen tiba-tiba muncul di depan rumahnya. Setiap kotak mengandung 2.340 permen, sehingga totalnya mencapai 70.200 permen. Ternyata, Liam yang memesan semua permen tersebut ketika bermain dengan ponsel ibunya.
"Dia ingin bikin karnaval dan membagikan permen sebagai hadiah. Dia cuma ingin bersikap baik ke teman-temannya," ujar LaFavers, sebagaimana dikutip oleh Liputan6.com dari UPI pada Rabu (7/5/2025).
Namun, niat baik itu berubah menjadi masalah ketika LaFavers memeriksa saldo rekening banknya. Setiap kotak dijual seharga $130, yang setara dengan sekitar Rp 2,1 juta. Dengan total 30 kotak, kerugian yang harus ditanggungnya mencapai sekitar $4.200 atau setara dengan Rp 69 juta.
"Begitu lihat jumlahnya, saya hampir pingsan," ungkapnya.
Awalnya, Amazon hanya bersedia menerima pengembalian untuk delapan kotak. Untuk sisa kotak lainnya, LaFavers mencoba menjualnya kepada teman dan tetangga. Namun, berkat dukungan media dan bantuan dari pihak bank, Amazon akhirnya sepakat untuk mengembalikan seluruh uang pembelian. LaFavers pun mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menawarkan bantuan.
"Saya dengan senang hati akan mengirimkan apa yang sudah 'kalian pesan', atau menyumbangkannya ke lembaga amal pilihan kalian," tulisnya.
Di Indonesia, Balita Belanja Mencapai Rp16 juta
Kisah serupa pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2021. Seorang anak berusia lima tahun tanpa sadar melakukan pemesanan berbagai barang melalui toko online dengan metode pembayaran COD, yang totalnya mencapai Rp16 juta. Orang tuanya baru menyadari ketika kurir datang berulang kali mengantarkan paket-paket yang tidak pernah mereka pesan. Ternyata, anak tersebut melakukan pemesanan saat bermain dengan ponsel milik orang tuanya.
Di tempat lain, seorang anak di Amerika Serikat juga membuat heboh setelah memesan mainan dan perlengkapan berkendara dari Amazon dengan total mencapai Rp58 juta. Ibunya, yang awalnya tidak curiga, baru menyadari setelah menerima notifikasi tagihan di ponselnya. Setelah diperiksa, semua pemesanan tersebut dilakukan oleh anaknya ketika mereka sedang duduk di dalam mobil.
Dikutip dari Oddity Central, pada tahun 2019, seorang anak di Beijing juga mengalami kejadian serupa dengan membelanjakan Rp140 juta saat bermain dengan ponsel ayahnya. Tanpa sengaja, ia menekan tombol 'checkout' untuk semua barang yang ada di keranjang belanja online ayahnya. Ayahnya sendiri ternyata sedang menyimpan barang-barang mahal sebagai hadiah ulang tahun untuk istrinya. Anak itu mengira hanya bermain, tetapi secara tidak sengaja telah memborong semua barang mahal tersebut. Beberapa hari kemudian, rumah mereka dipenuhi dengan kotak dan paket dari toko online.
Kejadian-kejadian ini memberikan pelajaran berharga bagi orang tua. Gadget yang terhubung dengan aplikasi belanja dapat menjadi masalah serius jika tidak diawasi dengan baik. Kasus-kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pengamanan seperti penggunaan password atau pengaturan kontrol orang tua di ponsel agar hal serupa tidak terulang kembali.