Akhir Permasalahan Ormas GPK Arogan Tendang Mobil TNI & Geber-geber Motor, Dandim Turun Tangan
Ormas GPK minta maaf dengan TNI akibat perselisihan di jalan.
Setelah kemarin viral di media sosial perihal perselisihan antara TNI dan organisasi masyarakat (ormas) GPK di Magelang, kini, perwakilan dari ormas GPK telah mengeluarkan sikap dengan meminta maaf kepada TNI.
Melalui koordinatornya, GPK Aliansi Tepi Barat juga meminta maaf kepada masyarakat Magelang dan pengguna jalan karena telah mengganggu kondusifitas jalan raya akibat konvoi dan keributannya bersama TNI.
Lantas, bagaimana pernyataan koordinator GPK yang meminta maaf usai kejadian perselisihan di jalan tersebut? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Dandim Turun Tangan, Ormas GPK Minta Maaf
Pujiyanto, Koordinator Gerakan Pemuda Ka’bah Aliansi Tepi Barat, Magelang menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat di depan media. Momen itu diunggah dalam sebuah video di akun X @Heraloebss.
Permintaan maaf tersebut terjadi usai diskusi dan mediasi yang dilakukan oleh Dandim dan Kapolres setempat bersama ormas GPK di Markas kodim 0705/Magelang, Jawa Tengah.
Pujiyanto mengatakan jika ia meminta maaf kepada TNI dan masyarakat atas kejadian keributan yang terjadi di jalan raya akibat konvoi yang arogan. Hal itu membuat kondusifitas wilayah Magelang menjadi terganggu.
“Bersama ini menyatakan kami dari ormas GPK Aliansi Tepi Barat menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan masyarakat atas kejadian hari Rabu tanggal 28 Mei 2025 yang mengakibatkan kondusifitas wilayah magelang menjadi terganggu,” ucap Pujiyanto.
Selain itu, Pujiyanto juga memberikan pernyataan lanjutan jika ormas yang ia pimpin akan bersedia taat terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku. Demi menjadi controlling sistem di Kabupaten Magelang.
“Kedua, dalam setiap kegiatan aksi ormas GPK Aliansi Tepi Barat bersedia mentaati peraturan lalu lintas,” tegas Pujiyanto.
“GPK Aliansi Tepi Barat akan tetap komitmen untuk menjadi controlling sistem di Kabupaten Magelang,” lanjutnya.
Konvoi di Jalan dan Tendang Mobil TNI
Sebelumnya, sebuah video di media sosial memperlihatkan terlibat perselisihan dengan anggota Yonif Mekanis 403/WP yang berada di bawah struktur Korem 072/Pamungkas, Kodam IV/Diponegoro.
Ormas GPK yang sedang melakukan konvoi di jalan raya menggeber-geber kendaraannya sehingga menimbulkan polusi suara dan udara yang mengganggu pengguna jalan dan TNI yang sedang melintas.
Keributan pun tidak bisa dicegah. Anggota TNI yang berada di atas truk langsung turun satu persatu untuk menertibkan ormas yang meresahkan tersebut. Bahkan, salah satu anggota ormas ada yang sampai menendang mobil TNI yang sedang melintas
“Sempat terjadi cekcok tapi berhasil diredam setelah anggota Babinsa yang datang dan melerai. Meski peristiwa tersebut tidak menimbulkan gesekan, akan tetapi pelaku akhirnya tetap diamankan oleh TNI untuk dimintai keterangan,” tulis keterangan di akun @infokomando.official.