Inilah Gereja Tertua di Gaza, Catatan Sejarah Membuktikan

Dalam serangkaian serangan Israel ke Jalur Gaza, dampaknya sangat merugikan banyak bangunan, salah satu gereja tertua di Gaza yakni Gereja Santo Porphyrius.

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Inilah Gereja Tertua di Gaza, Catatan Sejarah Membuktikan
Dalam serangkaian serangan Israel ke Jalur Gaza, dampaknya sangat merugikan banyak bangunan, salah satu gereja tertua di Gaza yakni Gereja Santo Porphyrius. (© 2023 X @pmofa)

Dalam serangkaian serangan Israel ke Jalur Gaza, dampaknya sangat merugikan banyak bangunan. Salah satu gereja yang terdampak adalah Gereja Santo Porphyrius, yang diakui sebagai gereja tertua ketiga di dunia. 

Pastor Hanna Maher, yang keluarganya masih terjebak di Gaza, dalam upayanya mencari keluarganya ketika Gaza dilanda konflik.

 Saat Gaza memasuki masa konflik intensif, keluarga Pastor Maher mencari perlindungan di Gereja Santo Porphyrius.

Sayangnya, gereja ini menjadi target serangan udara Israel pada 19 Oktober, mengakibatkan kerusakan parah dan menewaskan sejumlah orang yang sedang berlindung di dalamnya.

1. Peninggalan Penyebar Kristen Ortodoks

1. Peninggalan Penyebar Kristen Ortodoks
© 2023 Jerusalem-patriarchate.info

Gereja Santo Porphyrius, yang terletak di Zaytun merupakan kota tua Gaza, menjadi salah satu aset bersejarah yang memegang posisi istimewa sebagai gereja tertua ketiga yang masih aktif digunakan oleh umat Kristen Ortodoks.

Menurut penulis Rania Filfil Almbaid dalam ‘Gaza: The Missing Tourism Assets,’ gereja ini berdiri di bawah naungan Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem, dengan bangunan berukuran 22,9 x 8,9 meter.

Arsitektur Gereja Santo Porphyrius menarik perhatian dengan bentuk persegi panjangnya yang memiliki kubah setengah lingkaran, dan akses jalan masuk yang unik terletak di bawah tanah.

Porphyrius datang ke Gaza dari Salonica, kota tua yang dikelilingi oleh delapan gerbang, pada usia 45 tahun. 

2. Lahirnya Gereja Porphyrius

2. Lahirnya Gereja Porphyrius
© 2023 jerusalem-patriarchate.info/archons.org

Pada Mei 402 M, Porphyrius memulai penghancuran kuil-kuil dan berhala di Gaza, dengan tindakan pertamanya mengenai Kuil Marneion yang didirikan oleh Kaisar Hadrian untuk menghormati dewa pertanian, Zeus Marnas.

Setelah penghancuran tersebut, Porphyrius berhasil memperoleh dukungan keuangan dari Ratu Eudoxia di Konstantinopel untuk membangun gereja, yang dinamai sesuai dengan sang ratu pada tahun 407.

Uskup Porphyrius meninggal pada 26 Februari 420 M, dan jasadnya dikebumikan di Gaza.

 Lima tahun setelah kematiannya, para pengikutnya mendirikan gereja kecil yang kemudian berkembang menjadi Gereja Santo Porphyrius. 

3. Renovasi Gereja

Seiring waktu, pada tahun 1856, gereja ini mengalami renovasi tambahan, di mana bentuk arsitektur dari era Perang Salib tetap dijaga dengan cermat, sementara kompleks gereja sedikit diperluas. Namun, sejak pecahnya Perang Enam Hari pada tahun 1967, gereja ini menjadi target serangan Israel.

Gereja Santo Porphyrius mengalami kerusakan berulang kali akibat serangan udara Israel, merusak bangunan bersejarah dan mencuri banyak artefak berharga. 

Dok. Istimewa
© 2023 X@pmofa/Jerusalem-patriarchate.info

Dalam gelombang konflik yang terus menerus antara Palestina dan Israel, 

Gereja Santo Porphyrius telah menjadi saksi bisu dari serangkaian serangan Israel yang tak berujung sejak abad ke-12. 

Meskipun gereja ini adalah tempat ibadah Kristen Ortodoks Yunani, sejarahnya mencatat bahwa gereja ini juga menjadi tempat berlindung bagi penduduk Muslim dan Kristen.

Bahkan, selama serangan Israel ke Gaza pada musim panas tahun 2014, Gereja Santo Porphyrius kembali menjadi tempat perlindungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan.

Gereja tertua di Indonesia dimana?

Gereja Katedral Santo Petrus di Bandung. Dikenal juga dengan nama Gereja Katedral Bandung, Gereja Katedral Santo Petrus ini merupakan rancangan dari Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dengan gaya arsitektur neo-Gothic akhir.

Kapan Gereja pertama kali berdiri?

Gereja dimulai 40 hari sesudah kebangkitan Yesus (sekitar tahun 30-34 Masehi). Yesus sudah berjanji bahwa Dia akan mendirikan gerejaNya (Matius 16:18), dan dengan datangnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah 2:1–4).

Gereja terbesar di dunia terletak dimana?

Gereja Terbesar di Dunia dengan Arsitektur Menawan Berlokasi di Vatikan gereja ini memiliki luas mencapai 15.160 M2, menjadikannya bagunan gereja terbesar di dunia yang mampu menampung hingga 60.000 orang.

Rekomendasi