Anda pasti memiliki paling tidak satu orang teman yang sangat suka film yang bergenre thriller, yang bertokohkan psikopat yang membunuh dengan cara tidak lazim. Tak perlu jauh-jauh, jika ada berita di media tentang adanya pembunuh berdarah dingin, berita tersebut akan laris manis. Namun mengapa manusia terobsesi dengan psikopat?
Dilansir dari Forbes, ada berbagai teori tentang hal ini. Teori pertama adalah menonton atau mengetahui berbagai informasi tentang psikopat ternyata menarik bagi manusia. Karena manusia adalah makhluk yang teratur, dan terikat dalam berbagai norma, dan itu kadang menyesakkan. Psikopat adalah orang yang melawan itu semua, dan mengetahui tentang hal tersebut membuat kita merasa 'terwakilkan' untuk jadi orang yang bebas, namun tidak melanggar satu hukum pun.
Selain teori di atas, teori selanjutnya dikemukakan seorang psikolog bernama J. Reid Meloy yang justru menyebutkan bahwa ketertarikan kita terhadap psikopat muncul karena insting manusia. Manusia yang sejatinya ada dalam rantai makanan dan merasakan diburu dan berburu, akan merasakan 'ketegangan' serupa ketika melihat psikopat, yang notabene merupakan predator.
Teori ketiga jauh lebih sederhana: menurut psikiatri Harvard bernama Profesor Ron Schouter, manusia ternyata suka merasa takut. Menonton film horror, menonton film thriller, membaca berita tentang pembunuhan psikopat dan tahu banyak info soal itu, ternyata adalah hal yang memenuhi kebutuhan manusia akan 'rasa takut.' Hal ini dikarenakan ketika seseorang merasa takut, berbagai senyawa seperti dopamin akan dirilis oleh otak, dan hal ini akan membuat kita merasa senang.