Wikileaks membuat sebuah program baru bernama Wikileaks Counterintelligence Unit. Lewat program ini, mereka akan memata-matai para kontraktor mata-mata dalam melakukan kegiatan bisnisnya.
Seperti yang dilansir oleh The Verge (4/9), oleh Julian Assange, pendiri Wikileaks, hal ini disebutnya sebagai memata-matai para tukang mata-mata. Hal ini dikarenakan yang diikuti gerak-geriknya adalah mereka yang berkutat dengan dunia penyadapan dan mata-mata.
Dengan memata-matai para kontraktor ini Wikileaks berharap bisa membongkar siapa saja orang yang menjual software mata-mata ke pasaran. Hal ini bisa digunakan untuk menyimpulkan siapa saja yang tengah menggunakan software tersebut.
Adapun target yang diincar Wikileaks ini adalah 19 kontraktor besar yang tersebar di beberapa negara seperti Bahrain, Kazakhstan, Spanyol, dan Brasil. Dalam sebuah laman, pun ditampilkan apa saja aktivitas para kontraktor ini seperti tempat keberadaan mereka.
Kebanyakan kontraktor yang diikuti sendiri adalah mereka yang bekerja untuk perusahaan teknologi penyadapan Gamma International. Gamma sendiri selama ini dikenal dengan software FinFisher miliknya yang biasa digunakan oleh beberapa instansi keamanan pemerintahan.
Dalam data Wikileaks, diketahui bahwa Gamma International dan Hacking Team pernah mengunjungi Malaysia pada akhir 2011 dan 2012 lalu. Akibat hal ini, beberapa situs oposisi pemerintah sempat kacau balau saat meliput pelaksanaan pemilu tahun ini.