Merger operator di AS berpeluang buat program PRISM

Sprint yang baru saja diakuisisi SoftBank ditakutkan akan terjerumus ke dalam program ini.

Alvin Nouval
Oleh Alvin Nouval - Reporter
Merger operator di AS berpeluang buat program PRISM
PRISM. ©2013 Merdeka.com

Mergernya beberapa perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat menimbulkan sebuah kecemasan. Ditakutkan, program mata-mata PRISM yang dijalankan NSA akan makin subur jika merger ini terus berlanjut.

Seperti yang dilansir oleh Teh Verge (28/8), ketakutan ini pertama kali ditulis oleh Wall Street Journal dalam laporannya. Ditakutkan, hal ini akan memberikan pintu baru untuk tindakan mata-mata seperti kasus yang terjadi kepada Verizon di 2001 lalu.

Saat itu, Verizon adalah provider seluler asing yang juga membuka sayap bisnisnya di Amerika Serikat. Namun, rupanya pelebaran bisnis ini harus dibayar mahal oleh Verizon, mereka dipaksa memberikan akses terhadap data pengguna saat dibutuhkan.

Selain itu, ada pula kasus T-Mobile yang mengakuisisi VoiceStream juga pada 2001. Akuisisi ini juga diikuti dengan sebuah pasal perjanjian yang menyebutkan bahwa T-Mobile harus ada sebuah fasilitas yang mendukung tindakan mata-mata.

T-Mobile juga dilarang untuk berhubungan dengan induknya di Jerman. Dengan begitu, segala data yang mereka dapatkan di Amerika Serikat tak boleh keluar dari negara tersebut.

Saat ini sendiri, Sprint, salah satu provider seluler asli negeri Paman Sam, juga telah dibeli oleh SoftBank. Ditakutkan, hal seperti yang terjadi di atas akan kembali terjadi.

Rekomendasi