Penelitian-penelitian Tak Masuk Akal yang Dilakukan Ilmuwan
Berikut adalah penelitian-penelitian yang tak masuk akal dilakukan para ilmuwan dunia
Berikut daftar lengkapnya!
Penelitian-penelitian Tak Masuk Akal yang Dilakukan Ilmuwan
Para ilmuwan luar negeri, kerap melakukan penelitian. Mengungkap sebuah fenomena yang menurut mereka baru. Tak jarang penelitian yang dilakukan, tampak tak masuk akal bagi orang pada umumnya.
Komputer Menggunakan Sel Otak Manusia
Thomas Hartung, ilmuwan komputer dari Universitas Johns Hopkins beserta para ilmuwan lain, beriskeras ingin membuat komputer dari bahan yang sama untuk menggerakkan otak manusia. Para peneliti berharap biokomputer semacam itu dapat belajar lebih cepat daripada komputer berbasis silikon. Komputer organik juga akan lebih efisien serta mampu menyimpan lebih banyak detail data.
“Otak
juga memiliki kapasitas
luar biasa untuk menyimpan informasi, diperkirakan mencapai
2.500TB,”
Thomas Hartung, ilmuwan komputer dari Universitas Johns Hopkins
Suntik Gen Otak Manusia ke Monyet
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Institut Zoologi Kunming dengan para ilmuwan AS asal Universitas Carolina Utara. Tim studi ini menjelaskan bahwa tes kognitif yang mereka lakukan mendeteksi adanya peningkatan memori jangka pendek pada monyet transgenik.
Burung Mati Dibuat Drone
Mostafa Hassanalian, seorang profesor teknik mesin di New Mexico Tech beserta timnya melakukan upaya rekonstruksi burung yang diawetkan untuk dijadikan drone. Drone ini bertujuan dapat digunakan untuk memantau manusia dan hewan.
“Pengembangan terakhir adalah menambahkan
kaki sehingga
drone dapat bertengger
dan memantau
tanpa menggunakan banyak baterai,”
Mostafa Hassanalian, Profesor Teknik Mesin dari New Mexico Tech, Amerika Serikat
Usia Air Lebih Tua dari Matahari
John J Tobin, seorang astronom dari Observatorium Astronomi Radio Nasional Amerika Serikat (AS) mengatakan, air yang ada di Bumi sudah sangat tua. Studinya itu menyebut bahwa air lebih tua dari umur matahari. Penelitian ini didasarkan pada temuan uap air di sekitar bintang muda V883 Orionis, yang terletak 1.305 tahun cahaya dari Bumi.