Jepang Uji Drone Pemancing Petir, Tahan Sambaran Listrik
Meski sempat meleleh sebagian, sangkar pelindung drone tetap mampu menjaga integritas perangkat sehingga tetap berfungsi setelah terkena sambaran.
Perusahaan telekomunikasi Jepang, Nippon Telegraph and Telephone Corporation (NTT), mengumumkan keberhasilan uji coba drone pemicu petir yang dikembangkan untuk melindungi infrastruktur dari kerusakan akibat sambaran petir.
Uji coba dilakukan antara Desember 2024 hingga Januari 2025 di Hamada City, Prefektur Shimane, dan berhasil memicu serta mengarahkan petir ke tanah dengan sistem kendali tinggi.
Mengutip IFLScience, Senin (5/5), drone ini diterbangkan hingga 300 meter di bawah awan badai sambil membawa kabel konduktif yang terhubung ke pemancar listrik di tanah.
Medan listrik buatan yang ditimbulkan memancing terjadinya sambaran petir, yang kemudian dialirkan dengan aman melalui kabel tersebut. Meski sempat meleleh sebagian, sangkar pelindung drone tetap mampu menjaga integritas perangkat sehingga tetap berfungsi setelah terkena sambaran.
“Ini adalah uji coba pertama di dunia yang berhasil memicu dan mengarahkan petir secara terkendali dengan drone,” kata pihak NTT dalam siaran pers resminya.
Teknologi ini digadang sebagai solusi untuk melindungi infrastruktur penting seperti turbin angin dan fasilitas luar ruangan lain yang sulit dijangkau sistem konvensional. NTT juga menyatakan bahwa pengembangan ke depan mencakup upaya menjadikan energi petir sebagai sumber energi alternatif, meski masih dalam tahap awal penelitian.
NTT menegaskan akan terus menyempurnakan teknologi ini, termasuk peningkatan akurasi prediksi lokasi petir dan pemahaman mekanisme sambaran, guna membangun sistem perlindungan digital yang lebih canggih dan efisien untuk masa depan.