
Arkeolog Temukan Tulisan Paku Pakai Bahasa Baru, Isinya Diduga Teks Ritual Pemujaan
Arkeolog gembira lantaran menemukan bahasa baru dalam penggalian situs di Turki.
Arkeolog gembira lantaran menemukan bahasa baru dalam penggalian situs di Turki.
Baru-baru ini, para peneliti berhasil menemukan bahasa baru yang terkubur dalam puing-puing kuno di Turki.
Menurut laporan Indy100, Minggu (19/11), bahasa baru ini berhasil ditemukan dalam proses penggalian arkeologi di Situs Warisan Dunia UNESCO Boğazköy-Hattusha di Turki, bekas ibu kota Kekaisaran Het.
Kekaisaran Het sendiri dianggap sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, serta pemilik bahasa Indo-Eropa tertua di dunia.
Penggalian di situs ini telah berlangsung selama lebih dari satu abad, dan dalam empat dekade terakhir telah ditemukan hampir 30.000 tablet tanah liat dengan tulisan paku. Salah satunya mengandung bahasa baru ini.
Menurut para peneliti yang berasal dari Universitas Würzburg, Jerman, dua bahasa pertama adalah kerabat dekat dari bahasa Het. Tetapi, bahasa ketiga sangat berbeda.
Bahasa yang terbaru ini ditemukan di tempat bahasa Palaic digunakan, tetapi para peneliti yakin bahwa bahasa ini memiliki lebih banyak fitur yang sama dengan bahasa Luwian.
Hubungan-hubungan antarbahasa ini akan dipelajari lebih lanjut oleh para peneliti. Makna dari kata-kata dalam bahasa baru ini tentu belum dapat dijelaskan.
Yang menarik, para peneliti dari Departemen Istanbul dari Institut Arkeologi Jerman mencatat bahwa bahasa baru ini ditemukan dalam suatu pembacaan dalam ‘teks ritual pemujaan’.
Profesor Daniel Schwemer menjelaskan bahwa sebenarnya penemuan ini tidak sepenuhnya tidak terduga,
“Orang Het secara unik tertarik untuk merekam ritual dalam bahasa asing,” jelasnya.
Tablet-tablet tersebut telah banyak membantu para peneliti untuk memahami sejarah peradaban, masyarakat, ekonomi, dan tradisi keagamaan dari Kekaisaran Hittite. Jenis teks ritual semacam itu sendiri biasanya ditulis oleh ahli kitab penguasa Het, yang mencerminkan berbagai tradisi dan bahasa Zaman Perunggu.
Institusi Studi Kebudayaan Kuno Universitas Chicago, Amerika Serikat, bahkan telah menyimpan Chicago Het Dictionary, sebuah kamus bilingual Het-Inggris yang komprehensif.
Menurut mereka, mempelajari bahasa Het dapat membantu menggambarkan awal mula peradaban Barat dimulai.
Reporter magang: Zahra Aulia
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Para ahli arkeologi menemukan sebuah kota kuno di Palaiokastro, Serres di Yunani.
Baca SelengkapnyaArkeolog menemukan sebuah piring Maya bergambar roh pelindung Wahyis selama penggalian di Cansacbé, Negara Bagian Campeche, Meksiko.
Baca SelengkapnyaArkeolog menemukan peninggalan luar biasa di situs arkeologi Garibin Tepe di Van, Turki.
Baca SelengkapnyaMakam keramat ini ditemukan gabungan arkeolog Jepang dan Peru.
Baca SelengkapnyaSitus ini berlokasi di tepi danau kuno di kota Banyoles, Catalonia timur laut.
Baca SelengkapnyaIni adalah penemuan arkeologi terbaru yang paling menakjubkan di Italia.
Baca SelengkapnyaArkeolog dibikin bingung dengan temuan ini, mengingat teknologi senjata belum ditemukan ratusan tahun lalu.
Baca Selengkapnya