Misteri Lubang di Tengkorak Manusia Berusia 125.000 Tahun yang Mirip Luka Tembak, Arkeolog Dibikin Bingung
Arkeolog dibikin bingung dengan temuan ini, mengingat teknologi senjata belum ditemukan ratusan tahun lalu.
Misteri Lubang di Tengkorak Manusia Berusia 125.000 Tahun yang Mirip Luka Tembak, Arkeolog Dibikin Bingung
Para peneliti terkejut ketika seorang penambang menemukan tengkorak berumur 125.000 hingga 300.000 tahun di Swiss. Pasalnya tengkorak tersebut memiliki lubang kecil berbentuk kepala di sisinya. Tengkorak tersebut merupakan fosil pertama yang ditemukan di Afrika dengan ciri-ciri Homo Sapiens. Penemuan ini banyak menimbulkan spekulasi liar dan menakjubkan.
Sumber: Ancient Origins
Dalam memecahkan kasus pada tengkorak ini, para peneliti menggunakan perbandingan pada tengkorak lain dengan kasus serupa yakni memiliki lubang lingkaran dikepala.
Foto: Jim Di Loreto,Don Hurlbert/Smithsonian Institution.
Luka Tembak?
Para ilmuan forensik berpendapat lubang kecil seperti ini hanya mungkin tercipta oleh materi berkecepatan tinggi seperti peluru. Misteri lubang ini diperparah dengan ditemukannya tengkorak Auroch kuno dengan kondisi dan ciri yang sama persis.
Tengkorak Auroch merupakan tengkorak milik sapi wile yang memiliki lubang lingkaran bersih dikepala. Tengkorak ini hidup sekitar 2 juta hingga 4.000 tahun lalu, ditemukan di sepanjang sungai Lena, Swiss.
Sumber: Ancient Origins
The Shields Gazette dalam teori radikalnya menyatakan bahwa "seseorang dari masa depan, membawa senjata api, melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan terlibat dalam semacam ekspedisi berburu trans-temporal". Selain itu, teori tidak masuk akal juga muncul dengan menyatakan bahwa lubang ini disebabkan oleh pecahan peluru dari meteorid kecil.
Sumber: Ancient Origins
Dalam perspektif arkeologi alternatif, pernyataan paling populer adalah manusia purba mungkin telah mengembangkan teknologi ke tingkat yang sangat tinggi, sebelum hampir semua jejak hilang. Namun pertanyaannya adalah dapatkah dua macam tengkorak yang dipisahkan oleh ribuan tahun dan jurang budaya yang luas telah menemukan senjata yang kebetulan menembakkan materi silinder kecil dengan kecepatan tinggi?
Selain itu, muncul kembali teori alternatif berasal dari situs web Bad Archaeology yang menyangkal luka di sisi kanan tengkorak. Meskipun mereka tidak memberikan penjelasan atau bukti, mereka mengklaim bahwa lubang seperti peluru disebabkan oleh "paso patologis, bukan lesi traumatis, yang disebabkan oleh infeksi pada jaringan lunak di atasnya."
Foto: Wikimedia Commons
Dalam kondisi ini para peneliti tidak memiliki hipotesis yang didukung oleh bukti atau logika yang memadai hingga lebih banyak tengkorak atau fosil prasejarah ditemukan dengan jenis cidera sama.
Sumber: Ancient Origins