Sejumlah Gerakan Olahraga yang Bisa Dilakukan saat Menjalani Isolasi Mandiri

Selasa, 27 Juli 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Sejumlah Gerakan Olahraga yang Bisa Dilakukan saat Menjalani Isolasi Mandiri ilustrasi olahraga. depositphotos.com

Merdeka.com - Pada saat menjalani isolasi mandiri, pasien COVID-19 sangat disarankan untuk menjaga kebugarannya. Hal ini bisa diperoleh dengan melakokan sejumlah olahraga ketika sedang di rumah saja.

Dokter Amien Suharti yang tergabung dalam Perhimpunan Besar Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PB PERDOSRI) membagikan contoh gerakan olahraga ringan bagi pasien COVID-19 dalam masa isolasinya.

“Aktivitas fisik dan olahraga ini perlu dibedakan ya. Kayak nyapu rumah itu tidak termasuk olahraga, jadi olahraga untuk pasien isolasi mandiri yang bisa dilakukan adalah gerakan yang bisa diukur. Misalnya seperti jalan di dalam rumah, itu bolak balik selama 15 menit,” kata dokter Amien beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Perlu ditekankan kegiatan olahraga hanya boleh dilakukan oleh pasien tanpa gejala dan pasien yang memiliki tingkat saturasi di atas 95 persen selain itu gerakan olahraga yang diperbolehkan hanya gerakan olahraga ringan.

Gerakan olahraga ringan lainnya yang bisa dilakukan oleh pasien isolasi mandiri adalah melakukan jongkok berdiri atau bisa juga melakukan squat setiap 30 detik sekali. Jika pasien isolasi mandiri sebelumnya sudah rutin berolahraga sebelum terpapar virus SARS-CoV-2 maka lebih disarankan untuk tetap melatih kondisi tubuhnya agar tetap bisa menjaga kesehatan tubuhnya.

“Untuk yang bergejala, sesak atau pun saturasinya di bawah 95 persen tidak disarankan melakukan aktivitas yang berlebihan apalagi aktivitas yang membutuhkan pernapasan lebih. Jangan dipaksakan. Namun jika tidak bergejala, lalu saturasinya di atas 95 persen tentu aman untuk berolahraga sehingga tidak rebahan saja meski di rumah,” kata dokter yang praktek di RSUI Depok itu.

2 dari 2 halaman

Pastikan Tetap Mengecek Kondisi

Pengecekan menggunakan oximeter juga tetap harus dilakukan oleh pasien sehingga dapat memastikan oksigen di dalam tubuhnya tetap terjaga dan tubuh bisa mendapatkan kebutuhannya serta berfungsi dengan baik. Pemantauan denyut nadi juga perlu diperhatikan agar tubuh tidak bekerja secara berlebihan dan tetap mampu melakukan kerjanya melawan virus SARS-CoV-2 yang menginfeksi tubuh.

Olahraga ringan menjadi kegiatan yang disarankan dan dalam penelitian terbaru pada pasien COVID-19 olahraga ringan terbukti membantu tubuh untuk melawan penyakit COVID-19. Selain menjaga kesehatan tubuh secara fisik, kesehatan mental juga menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan oleh pasien isolasi mandiri berbarengan dengan menyeimbangkan asupan gizi lewat bahan makanan yang sehat serta istirahat yang cukup.

Menjaga kesehatan mental juga penting dilakukan pada saat melakukan isolasi mandiri. Hal ini bisa dilakukan pasien dengan tetap berhubungan secara virtual dengan keluarga, teman, atau saudara. [RWP]

Baca juga:
Anak Enggan Makan saat Sedang Sakit, Begini Cara Tingkatkan Nafsu Makan
Anak Demam Usai Vaksinasi COVID-19, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua
Usai Isolasi, Pasien COVID-19 Disarankan untuk Lakukan Tes Darah dan Thoraks
Dalam Mencegah dan Mengobati COVID-19, Keseimbangan Gizi Memiliki Peran Penting
Pemberian ASI Tetap Perlu Dilakukan Walau Ibu Positif COVID-19
Penelitian Buktikan Manfaat Vaksinasi COVID-19 kepada Ibu Hamil
Menurut Dokter, Begini Cara untuk Bedakan Flu dengan COVID-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini