Setiap negara memiliki kebiasaan dan aturan makan tersendiri. Aturan makan ini tidak hanya sekedar aturan, tetapi juga menjadi kebiasaan baik yang menyehatkan warganya. Berikut 10 negara yang memiliki kebiasaan makan sehat, yang bisa langsung dipraktekkan di rumah demi resolusi sehat 2024. Selamat mencoba.
Advertisement
1. Makanan berbumbu rempah di India
India dikenal dengan masakan berbumbu rempah yang kaya akan kandungan antioksidan. Bumbu-bumbu seperti kunyit, jahe, daun kari, dan kapulaga tidak hanya memberikan cita rasa khas, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan.
Studi menunjukkan bahwa bahan-bahan rempah tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol dan merangsang kesehatan jantung. Jadi, tambahkan lebih banyak rempah-rempah pada masakan Anda untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih.
Advertisement
2. Porsi lebih kecil di Jepang
Di Negeri Matahari Terbit, Jepang, ukuran porsi menjadi fokus utama dalam kebiasaan makan sehat mereka. Studi menunjukkan bahwa makan porsi lebih kecil dapat membantu mengontrol berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Sup, salah satu hidangan tradisional Jepang, tidak hanya memuaskan selera, tetapi juga membuat kita merasa kenyang lebih cepat. Dengan mengadopsi kebiasaan makan dengan porsi kecil, kita dapat menjaga sistem pencernaan tetap berfungsi sehat.
Advertisement
3. China makan dengan menggunakan sumpit
Di China, masyarakatnya terbiasa menggunakan sumpit saat makan. Penggunaan sumpit ini tidak hanya memberikan pengalaman yang unik tetapi juga dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Advertisement
Menggunakan sumpit memaksa kita untuk makan lebih lambat, memberikan waktu untuk merasakan kenyang dengan cepat.
Advertisement
4. Mencampur makanan di Korea
Restoran di Korea dikenal dengan hidangan yang mencakup berbagai variasi makanan dalam satu waktu.
Ini tidak hanya menambah kelezatan hidangan, tetapi juga memberikan lebih banyak nutrisi. Namun, ingatlah untuk tetap menghitung porsi agar konsumsi makanan tetap seimbang dan tidak berlebihan.
Advertisement
5. Makan secara lambat di Prancis
Setiap suku bangsa memiliki keunikan dan kearifan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam aspek makanan. Prancis, misalnya, memiliki kebiasaan makan yang dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.
Mereka menganggap makanan sebagai kesenangan dan menghabiskan waktu untuk menikmati setiap suap makanan secara perlahan.
Ini bukan hanya masalah kenikmatan, tetapi juga berhubungan dengan asupan kalori.
Menurut WebMD, makan secara lambat dapat mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, terutama pada pria.
Jadi, cobalah untuk meluangkan waktu lebih lama saat makan dan nikmati setiap hidangan dengan penuh kesadaran.
Advertisement
6. Makan makanan segar di Mediterania
Diet Mediterania sudah terkenal sebagai pola makan yang sehat dan terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
Menu ini didasarkan pada bahan-bahan segar sesuai musim, seperti buah-buahan, sayuran, keju, dan ikan. Mengadopsi kebiasaan makan dengan bahan-bahan segar ini dapat membantu kita menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Advertisement
7. Makanan difermentasi di Norwegia
Norwegia mengambil langkah ekstra dengan mengonsumsi makanan yang difermentasi, seperti ikan trout yang difermentasi selama satu tahun.
Makanan yang difermentasi mengandung probiotik baik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan suasana hati. Cobalah untuk menambahkan makanan difermentasi ke dalam diet Anda untuk mendukung kesehatan usus.
Advertisement
8. Minum anggur merah di Italia
Italia dikenal dengan konsumsi anggur merah dalam jumlah moderat sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum anggur merah dalam kadar yang tepat dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Advertisement
Namun, ingatlah untuk membatasi konsumsi anggur sesuai dengan pedoman kesehatan, yaitu satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas per hari untuk pria.
Advertisement
9. Makan dengan roti di Swedia
Swedia memperhatikan jenis roti yang mereka konsumsi, dengan memilih roti gandum utuh yang rendah karbohidrat sederhana.
Roti ini tidak hanya lebih baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, tetapi juga kaya serat yang mendukung pencernaan yang sehat. Pilih roti yang lebih sehat untuk mendukung pola makan yang seimbang.
Advertisement
10. Spanyol pesta makan hanya di siang hari
Orang-orang Spanyol menghargai makan siang sebagai pesta makan terbesar di hari itu. Kebiasaan ini didasarkan pada keyakinan bahwa makan siang yang teratur mendukung fungsi pencernaan yang baik.
Menghindari makan besar di malam hari dapat membantu mengurangi risiko kenaikan berat badan dan masalah pencernaan. Jadi, ambillah waktu untuk menikmati pesta makan siang Anda dengan penuh kesadaran.
Dengan mengadopsi kebiasaan makan sehat dari berbagai penjuru dunia, kita dapat menciptakan pola makan yang seimbang dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Cobalah untuk menggabungkan beberapa kebiasaan ini ke dalam gaya hidup sehari-hari Anda dan rasakan perubahan positif pada kesehatan dan kesejahteraan Anda.
Advertisement
Advertisement
Seperti kata peribahasa Tiongkok, "Jangan hanya makan untuk kenyang, tetapi makanlah dengan bijaksana untuk kesehatan."