Tanda Orangtua Terlalu Mengatur atau Menerapkan Overparenting pada Anak

Overparenting atau terlalu mengendalikan anak bisa dikenali tandanya melalui berbagai hal.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Tanda Orangtua Terlalu Mengatur atau Menerapkan Overparenting pada Anak
Tanda Orangtua Terlalu Mengatur atau Menerapkan Overparenting pada Anak (Merdeka.com)

Tanda Orangtua Terlalu Mengatur atau Menerapkan Overparenting pada Anak

Mencegah terjadinya overparenting merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mencegah masalah pertumbuhan anak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengasuh dan membesarkan anak secara memadai merupakan hal yang sudah sewajarnya dilakukan orangtua. Walau begitu, terkadang muncul kondisi ketika orangtua terlalu mengatur atau menerapkan overparenting pada anak.

Overparenting atau sering disebut dengan "helikopter parenting," mengacu pada upaya seorang orangtua yang terlalu mengatur kehidupan anak mereka. Terus-menerus mengawasi anak Anda untuk memastikan mereka membuat keputusan yang baik, melindungi mereka dari segala bentuk ketidaknyamanan fisik atau emosional, serta mencegah mereka menghadapi konsekuensi dari perilaku mereka.

Overparenting biasanya berasal dari keinginan orangtua untuk mengatasi rasa tidak nyaman mereka sendiri, karena mereka tidak tahan melihat anak mereka terluka, gagal, atau membuat kesalahan. Kadang-kadang, orangtua merasa bersalah untuk mendisiplinkan anak mereka dan menolak untuk memberlakukan konsekuensi.


Dilansir dari Verywell Family, berikut sejumlah tanda yang bisa dikenali ketika orangtua melakukan overparenting.

<br>Dilansir dari Verywell Family, berikut sejumlah tanda yang bisa dikenali ketika orangtua melakukan overparenting.
Dok. Istimewa

Sering Bertengkar dengan Anak

Sering Bertengkar dengan Anak
Dok. Istimewa

Mengatur dan mengekang kehidupan anak secara berlebih bisa menjadi tanda overparenting. Jika Anda sering berdebat dengan anak berusia 5 tahun tentang makan cukup sayur atau sering berdebat dengan anak berusia 15 tahun tentang gaya rambut mereka, hal ini mungkin menghambat anak menjadi mandiri.

Terlalu Mengekang Anak

Terkadang, mudah untuk berasumsi bahwa ada "cara terbaik" atau "cara yang benar" untuk melakukan segalanya, tetapi asumsi ini dapat mengarah pada pengawasan detail setiap langkah anak Anda. Hal ini bisa berujung orangtua yang terlalu mengekang dan mengatur kehidupan anak sehari-hari.

Tidak Mau Anak Gagal

Tidak Mau Anak Gagal
Dok. Istimewa

Tidak ada yang suka melihat anak mereka gagal, tetapi jika Anda selalu berusaha menyelamatkan anak setiap kali mereka mengalami masalah, mereka tidak akan belajar dari kesalahan mereka. Terkadang, anak perlu merasakan kegagalan secara langsung agar bisa menjadi pelajaran untuk masa mendatang.

Kecemasan Berlebihan

Ketika anak bermain, sangat mungkin bahwa Anda menjadi cemas. Namun seiring waktu, hal ini harusnya berkurang. Ketika orangtua selalu cemas dengan hal yang dilakukan anak dan merasa bahwa mereka tak cukup pintar dan kompeten untuk melakukannya, bisa jadi Anda melakukan overparenting.

Mencoba Mengendalikan Perlakuan Orang Lain terhadap Anak

Mencoba Mengendalikan Perlakuan Orang Lain terhadap Anak
Dok. Istimewa

Jika Anda sering terlibat dalam argumen dengan guru, pelatih, penyedia penitipan anak, dan pengasuh lainnya tentang aturan mereka atau perlakuan terhadap anak Anda, bisa jadi Anda overparenting. Mencoba untuk mengendalikan bagaimana orang lain memperlakukan anak merupakan hal yang tidak tepat.

Harapan yang Tidak Sesuai dengan Usia

Terkadang, overparenting berasal dari harapan yang terlalu tinggi. Misalnya, seorang orangtua mungkin melibatkan anak dalam puluhan kegiatan dan bahkan mungkin mengatur waktu luang anak untuk memastikan mereka selalu produktif. Pada saat lain, overparenting terjadi saat orangtua memiliki harapan yang terlalu rendah.

Terlalu Memanjakan Anak

Terlalu Memanjakan Anak
Dok. Istimewa

Overparenting sering kali berarti memanjakan. Jika Anda tidak memberikan pekerjaan rumah tangga, mereka tidak akan belajar keterampilan hidup. Melepaskan anak dari tanggung jawab hanya akan merugikan mereka dalam jangka panjang.

Mendidik anak merupakan cara agar mereka bisa tumbuh dewasa agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.

Mendidik anak merupakan cara agar mereka bisa tumbuh dewasa agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.
Dok. Istimewa
Rekomendasi