Advertisement
Tanda Orangtua Terlalu Mengatur atau Menerapkan Overparenting pada Anak
Mencegah terjadinya overparenting merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mencegah masalah pertumbuhan anak.
Mengasuh dan membesarkan anak secara memadai merupakan hal yang sudah sewajarnya dilakukan orangtua. Walau begitu, terkadang muncul kondisi ketika orangtua terlalu mengatur atau menerapkan overparenting pada anak.
Overparenting atau sering disebut dengan "helikopter parenting," mengacu pada upaya seorang orangtua yang terlalu mengatur kehidupan anak mereka. Terus-menerus mengawasi anak Anda untuk memastikan mereka membuat keputusan yang baik, melindungi mereka dari segala bentuk ketidaknyamanan fisik atau emosional, serta mencegah mereka menghadapi konsekuensi dari perilaku mereka.
Overparenting biasanya berasal dari keinginan orangtua untuk mengatasi rasa tidak nyaman mereka sendiri, karena mereka tidak tahan melihat anak mereka terluka, gagal, atau membuat kesalahan. Kadang-kadang, orangtua merasa bersalah untuk mendisiplinkan anak mereka dan menolak untuk memberlakukan konsekuensi.
Advertisement
Advertisement
Dilansir dari Verywell Family, berikut sejumlah tanda yang bisa dikenali ketika orangtua melakukan overparenting.
Advertisement
Sering Bertengkar dengan Anak
Mengatur dan mengekang kehidupan anak secara berlebih bisa menjadi tanda overparenting. Jika Anda sering berdebat dengan anak berusia 5 tahun tentang makan cukup sayur atau sering berdebat dengan anak berusia 15 tahun tentang gaya rambut mereka, hal ini mungkin menghambat anak menjadi mandiri.
Advertisement
Terlalu Mengekang Anak
Terkadang, mudah untuk berasumsi bahwa ada "cara terbaik" atau "cara yang benar" untuk melakukan segalanya, tetapi asumsi ini dapat mengarah pada pengawasan detail setiap langkah anak Anda. Hal ini bisa berujung orangtua yang terlalu mengekang dan mengatur kehidupan anak sehari-hari.
Advertisement
Tidak Mau Anak Gagal
Tidak ada yang suka melihat anak mereka gagal, tetapi jika Anda selalu berusaha menyelamatkan anak setiap kali mereka mengalami masalah, mereka tidak akan belajar dari kesalahan mereka. Terkadang, anak perlu merasakan kegagalan secara langsung agar bisa menjadi pelajaran untuk masa mendatang.
Advertisement
Kecemasan Berlebihan
Ketika anak bermain, sangat mungkin bahwa Anda menjadi cemas. Namun seiring waktu, hal ini harusnya berkurang. Ketika orangtua selalu cemas dengan hal yang dilakukan anak dan merasa bahwa mereka tak cukup pintar dan kompeten untuk melakukannya, bisa jadi Anda melakukan overparenting.
Advertisement
Mencoba Mengendalikan Perlakuan Orang Lain terhadap Anak
Jika Anda sering terlibat dalam argumen dengan guru, pelatih, penyedia penitipan anak, dan pengasuh lainnya tentang aturan mereka atau perlakuan terhadap anak Anda, bisa jadi Anda overparenting. Mencoba untuk mengendalikan bagaimana orang lain memperlakukan anak merupakan hal yang tidak tepat.
Advertisement
Harapan yang Tidak Sesuai dengan Usia
Terkadang, overparenting berasal dari harapan yang terlalu tinggi. Misalnya, seorang orangtua mungkin melibatkan anak dalam puluhan kegiatan dan bahkan mungkin mengatur waktu luang anak untuk memastikan mereka selalu produktif. Pada saat lain, overparenting terjadi saat orangtua memiliki harapan yang terlalu rendah.
Advertisement
Terlalu Memanjakan Anak
Overparenting sering kali berarti memanjakan. Jika Anda tidak memberikan pekerjaan rumah tangga, mereka tidak akan belajar keterampilan hidup. Melepaskan anak dari tanggung jawab hanya akan merugikan mereka dalam jangka panjang.
Advertisement
Mendidik anak merupakan cara agar mereka bisa tumbuh dewasa agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.