6 Dampak Buruk Konsumsi Kue Kering Berlebihan saat Natal

Pada saat natal dan musim liburan seperti ini, banyak orang cenderung mengonsumsi kue kering secara berlebih hingga bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
6 Dampak Buruk Konsumsi Kue Kering Berlebihan saat Natal
6 Dampak Buruk Konsumsi Kue Kering Berlebihan saat Natal (Merdeka.com)

Pada saat natal dan musim liburan seperti ini, banyak orang cenderung mengonsumsi kue kering secara berlebih. Hal ini bisa menimbulkan dampak kesehatan yang buruk bagi tubuh.

Saat perayaan Natal tiba, kehadiran kue kering seringkali menjadi sajian wajib yang sulit untuk dihindari. Meskipun nikmat, mengonsumsi kue kering dalam jumlah berlebihan pada saat liburan Natal dapat menyebabkan beberapa dampak kesehatan yang perlu diwaspadai.


Berdasarkan data komposisi pangan Indonesia, kandungan nutrisi dalam 100 gram kue kering seperti kastengel menunjukkan kandungan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat yang cukup tinggi. Begitu pula dengan kue nastar, yang mengandung kalori, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah yang signifikan.

Selain tingginya kandungan kalori, kue kering seringkali kaya akan gula, terutama pada varian kue dengan selai di dalamnya seperti nastar. Begitu juga dengan putri salju yang sering dihiasi dengan taburan gula halus. Sedangkan kue kering seperti kue kacang atau kue sagu, meskipun mengandung serat lebih tinggi karena terbuat dari tepung kacang atau sagu, tetap memiliki kandungan gula dan lemak yang perlu diperhatikan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengonsumsi kue kering dalam jumlah berlebihan pada saat Natal dapat membawa dampak kesehatan yang tidak diinginkan. Dari berbagai sumber, terungkap sejumlah dampak buruk yang mungkin muncul akibat konsumsi berlebihan kue kering saat perayaan Natal.

Kue kering kaya kandungan gula dan lemak, sehingga konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak diinginkan.

Kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi dalam kue kering berpotensi meningkatkan kadar gula darah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

Risiko Penyakit Kardiovaskular
Dok. Istimewa

Kue kering yang tinggi lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kandungan gula tinggi dalam kue kering dapat menyebabkan kerusakan gigi dan pembentukan plak berlebih.

Kue kering cenderung rendah serat, vitamin, dan mineral, sehingga mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting bagi tubuh.

Gangguan Pencernaan<br>
Dok. Istimewa

Kue kering yang tinggi gula dan lemak dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, atau sembelit karena sulit dicerna oleh tubuh dan kurangnya kandungan serat.

Mengingat kue kering tidak memberikan nutrisi seimbang bagi tubuh, sebaiknya konsumsi kue kering dipadukan dengan makanan sehat lainnya seperti buah-buahan segar, sayuran, dan sumber protein untuk menjaga keseimbangan pola makan selama perayaan Natal.

Rekomendasi