12 Cara Sederhana dan Terbukti Ilmiah untuk Redakan Stres dalam Aktivitas Sehari-hari

12 cara ilmiah dan praktis redakan stres harian, dari cahaya pagi hingga menulis syukur sebelum tidur. Cocok untuk rutinitas siapa saja.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
12 Cara Sederhana dan Terbukti Ilmiah untuk Redakan Stres dalam Aktivitas Sehari-hari
Saat stres berlangsung terus-menerus, tubuh kita akan memproduksi kortisol secara berlebihan. Akibatnya, lemak mudah menumpuk di perut dan susah hilang meski sudah diet dengan ketat. (Foto dok: freepik/jcomp). (@ 2025 merdeka.com)

Stres bukan sekadar perasaan tidak nyaman yang datang dan pergi. Ia adalah proses biologis yang nyata, yang secara langsung memengaruhi tubuh. Di balik reaksi tubuh terhadap stres, terdapat hormon utama bernama kortisol. Saat kadar kortisol terus-menerus tinggi, berbagai masalah kesehatan mulai muncul dari gangguan tidur, gangguan pencernaan, hingga kelelahan mental.

Namun, ada kabar baik. Anda tidak perlu selalu bergantung pada obat-obatan atau terapi mahal untuk mengelola stres. Ada banyak cara sederhana yang bisa Anda terapkan setiap hari, dan terbukti secara ilmiah membantu menurunkan stres serta menjaga kadar kortisol tetap sehat. Dilansir dari timesofindia.indiatimes, berikut 12 kebiasaan kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi ketenangan Anda.

1. Sinar Matahari di Pagi Hari, Sebelum Menatap Layar

Ilustrasi Berjemur di Pagi Hari (©Freepik)
Ilustrasi Berjemur di Pagi Hari (©Freepik) @ 2025 merdeka.com

Seringkali, begitu bangun tidur, kita langsung menatap layar ponsel. Padahal, paparan cahaya alami di pagi hari jauh lebih bermanfaat. Sinar matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang berperan dalam mengatur pelepasan kortisol.

Paparan cahaya alami di awal hari akan memicu lonjakan kortisol yang sehat, membuat kita lebih waspada dan segar. Ini sekaligus mencegah lonjakan tidak stabil di kemudian hari. Jadi, sebelum membuka media sosial, bukalah jendela dan biarkan sinar mentari menyapa wajah Anda. Luangkan waktu 5–10 menit di bawah sinar matahari pagi, dan rasakan perubahan suasana hati Anda.

2. Sedikit Garam Sebelum Kopi

Kebiasaan minum kopi di pagi hari memang menyenangkan, namun jika dilakukan terlalu dini terutama saat perut masih kosong dapat memicu lonjakan kortisol yang tidak perlu. Caffeine dalam kondisi tubuh belum siap bisa membuat kita merasa lebih gelisah, bukan lebih segar.

Solusinya? Larutkan sejumput garam laut alami ke dalam air putih dan minumlah sebelum menikmati kopi pagi Anda. Kombinasi ini membantu menstabilkan respons adrenal dan mengurangi efek gemetar atau cemas setelah mengonsumsi kafein. Tindakan kecil ini bisa menjadi penyelamat pagi Anda yang biasanya tergesa dan penuh tekanan.

3. Goyangkan Tubuh Anda

Olahraga memang baik, tetapi ada satu teknik sederhana yang sering diabaikan: somatic shaking, atau menggoyangkan tubuh secara ringan. Teknik ini terinspirasi dari hewan yang menggoyangkan tubuhnya setelah menghadapi ancaman. Ini adalah cara alami tubuh untuk melepaskan ketegangan yang tersimpan.

Dengan menggoyangkan tubuh bisa berdiri dan mengguncang kaki dan tangan selama 1–2 menit Anda membantu sistem saraf "reset". Ini menurunkan kadar kortisol dan membantu tubuh kembali ke keadaan tenang. Cobalah saat merasa jenuh di tengah hari. Anda akan terkejut betapa segarnya tubuh Anda setelahnya.

4. Mencium Aroma Jeruk atau Lavender

Ilustrasi Lavender Oil / Minyak Lavender (sumber: pixabay)
Ilustrasi Lavender Oil / Minyak Lavender (sumber: pixabay) @ 2023 merdeka.com

Indra penciuman memiliki jalur langsung ke sistem limbik, pusat emosi otak. Itu sebabnya aroma memiliki kekuatan besar terhadap suasana hati. Dalam studi klinis, hanya lima menit menghirup aroma jeruk atau lavender sudah cukup untuk menurunkan kadar kortisol secara signifikan dan mengurangi kecemasan.

Letakkan minyak esensial jeruk atau lavender di meja kerja, atau teteskan ke tisu dan hirup perlahan. Anda juga bisa menyemprotkan aroma ini ke bantal sebelum tidur. Keharuman alami ini seperti pelukan lembut yang menenangkan jiwa Anda.

5. Berjalan Mundur

Berjalan kaki dikenal sebagai aktivitas fisik yang efektif untuk meredakan stres. Namun, berjalan mundur ternyata memiliki manfaat tambahan. Aktivitas ini mengaktifkan bagian otak yang berbeda, meningkatkan keseimbangan, dan secara tidak langsung mengganggu pola pikir negatif atau kecemasan.

Dalam terapi neurologis, berjalan mundur sering digunakan untuk mengurangi persepsi stres. Mulailah dengan berjalan mundur selama satu menit di tempat aman. Anda tidak hanya melatih keseimbangan tubuh, tetapi juga menciptakan gangguan positif pada pikiran yang sedang kalut.

6. Menggenggam Benda Hangat

Ilustrasi Menggenggam Secangkir Kopi (©Freepik)
Ilustrasi Menggenggam Secangkir Kopi (©Freepik) @ 2025 merdeka.com

Ketika Anda menggenggam cangkir teh hangat atau botol air panas, tubuh merespons dengan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini dikenal sebagai “hormon cinta” yang membantu menurunkan kortisol dan menciptakan rasa aman.

Keajaiban dari kehangatan fisik ini terletak pada kemampuannya meniru kehangatan emosional. Saat hati terasa dingin karena tekanan hidup, benda hangat bisa memberikan kenyamanan yang tak terduga. Jadi, jangan ragu menikmati secangkir cokelat panas sambil memeluk bantal hangat di malam hari.

7. Kunyah dengan Perlahan

Sering kali kita terlalu terburu-buru saat makan. Padahal, cara Anda makan sama pentingnya dengan apa yang Anda makan. Mengunyah perlahan memberi sinyal pada sistem saraf parasimpatik untuk mengaktifkan mode “istirahat dan cerna”.

Ini tidak hanya membantu pencernaan berjalan lebih lancar, tetapi juga menurunkan kortisol dan mengurangi rasa tegang di tubuh. Saat makan siang berikutnya, cobalah letakkan sendok setelah setiap suapan, kunyah pelan-pelan, dan sadari rasa makanan Anda. Tubuh Anda akan berterima kasih.

8. Percikkan Air Dingin ke Wajah

Ilustrasi Memercikkan Air Dingin ke Wajah (©Freepik)
Ilustrasi Memercikkan Air Dingin ke Wajah (©Freepik) @ 2025 merdeka.com

Percikan air dingin ke wajah dapat mengaktifkan diving reflex, refleks yang membuat detak jantung melambat dan sistem saraf menjadi lebih tenang. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif menurunkan kortisol dalam situasi penuh tekanan.

Saat Anda merasa cemas atau panik, pergi ke kamar mandi dan basuh wajah dengan air dingin. Rasakan bagaimana tubuh dan pikiran Anda mulai tenang. Ini adalah teknik sederhana namun sangat efektif, bahkan di tengah jadwal paling padat sekalipun.

9. Corat-coret Spiral

Menggambar pola berulang seperti spiral atau lingkaran bukan sekadar aktivitas iseng, melainkan teknik yang terbukti secara ilmiah dapat menenangkan pikiran. Dalam jurnal The Arts in Psychotherapy, disebutkan bahwa aktivitas ini mampu menurunkan kadar kortisol hormon stres dan meningkatkan kemampuan regulasi emosi.

Saat Anda menggambar spiral, otak mengaktifkan default mode network, yaitu jaringan yang bekerja saat kita merenung atau beristirahat. Ini membantu tubuh dan pikiran memasuki kondisi relaksasi. Luangkan waktu sekitar lima menit, ambil pensil atau pena, dan biarkan tangan Anda bergerak bebas. Tak perlu indah atau bermakna, biarkan saja pola mengalir. Dengan begitu, beban pikiran perlahan akan mereda seiring gerakan tangan Anda.

10. Dengarkan Musik Bertempo Lambat

Ilustrasi Mendengarkan Musik (©Freepik)
Ilustrasi Mendengarkan Musik (©Freepik) @ 2025 merdeka.com

Tidak semua musik mampu menenangkan pikiran. Hanya musik dengan tempo lambat, sekitar 60–80 beat per minute (BPM), seperti musik klasik atau ambient, yang terbukti secara ilmiah dapat membantu menurunkan kadar stres. Tempo ini selaras dengan detak jantung saat tubuh dalam keadaan istirahat, sehingga mampu menstabilkan sistem saraf dan menciptakan rasa tenang.

Pilihlah lagu yang iramanya menyerupai detak jantung yang damai, itulah kuncinya. Dengarkan musik ini saat bekerja, membaca, bermeditasi, atau menjelang tidur. Suara yang lembut dan ritmis bisa menjadi pelindung emosional Anda dari tekanan harian. Dengan mendengarkan musik yang tepat, Anda memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dan pulih dengan cara alami.

11. Tutup Hari dengan Rasa Syukur

Ilustrasi Menulis Jurnal
Ilustrasi Menulis Jurnal Pexels/Photo By: Kaboompics.com

Banyak yang tahu manfaat bersyukur, tetapi menuliskannya dengan tangan sebelum tidur memberi dampak yang lebih dalam. Tindakan menulis memperlambat proses berpikir dan memperkuat memori emosional positif.

Luangkan waktu setiap malam untuk menulis tiga hal yang Anda syukuri hari itu, sekecil apa pun. Bisa tentang matahari yang cerah, senyum dari orang asing, atau makanan hangat yang Anda nikmati. Rasa syukur menggeser fokus dari kekurangan menjadi kelimpahan, dan itu adalah langkah awal menuju ketenangan batin.

12. Bersenandung atau Menyanyi Pelan

Bersenandung bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan teknik alami yang ampuh untuk menenangkan tubuh. Aktivitas ini merangsang saraf vagus, bagian penting dari sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam mematikan respons stres dan mengaktifkan rasa tenang. Saat Anda bersenandung dengan lembut, misalnya saat mencuci piring, menyapu, atau mengemudi, getaran suara dari tenggorokan menciptakan efek pijatan halus di dalam tubuh.

Efek ini memberikan sinyal aman ke otak dan menurunkan kadar kortisol. Tak perlu suara merdu, karena suara Anda sendiri sudah cukup menjadi obat. Bahkan saat tak ada yang mendengar, bersenandung tetap bekerja untuk menenangkan pikiran dan memberi rasa nyaman dari dalam. Lakukan setiap hari sebagai kebiasaan kecil yang menenangkan.

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, mudah sekali melupakan diri sendiri. Namun, merawat diri bukanlah bentuk kelemahan justru itu adalah fondasi dari kekuatan sejati.

Setiap langkah kecil yang Anda ambil untuk menurunkan stres bukan hanya menyelamatkan hari ini, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan fisik Anda untuk jangka panjang.

Stres bukan sekadar perasaan, ia adalah proses fisik yang secara langsung memengaruhi tubuh.

Mulailah dari satu kebiasaan hari ini. Tidak perlu semuanya sekaligus. Pilih yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda, dan rasakan sendiri perubahan kecil yang mampu menenangkan badai di dalam diri.

Rekomendasi