Mengenal Perbedaan Antara Darah Rendah dan Kurang Darah

Darah rendah dan kurang darah sering kali dianggap sama, meskipun keduanya memiliki penyebab serta mekanisme yang berbeda satu sama lain.

Dyah Puspita Wisnuwardani
Mengenal Perbedaan Antara Darah Rendah dan Kurang Darah
penyebab anemia adalah Ilustrasi dibuat AI (© 2025 Liputan6.com)

Darah rendah dan kurang darah sering kali disalahartikan sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki penyebab dan mekanisme yang berbeda. Hal ini disebabkan karena gejala yang ditimbulkan oleh kedua kondisi tersebut hampir mirip. Mengacu pada informasi dari laman Ciputra Hospital, gangguan pada tekanan darah rendah sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, dalam beberapa situasi, kondisi ini dapat muncul secara mendadak dan mengakibatkan otak kekurangan pasokan darah yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Penting untuk memahami perbedaan antara darah rendah, atau yang dalam istilah medis disebut hipotensi, dan kurang darah yang dikenal sebagai anemia. Hipotensi terjadi saat tekanan darah di arteri berada di bawah angka normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan dua angka: angka pertama (sistolik) menunjukkan tekanan saat jantung berkontraksi, sedangkan angka kedua (diastolik) menunjukkan tekanan saat jantung berelaksasi. Sebaliknya, anemia adalah keadaan di mana tubuh kekurangan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Untuk lebih memahami perbedaan antara darah rendah dan kurang darah, mari kita telusuri lebih dalam mengenai definisi, penyebab, gejala, serta pengukuran yang diperlukan untuk diagnosis. Dengan mengetahui perbedaan ini, kita dapat menangani masalah kesehatan yang mungkin timbul dengan lebih tepat dan efektif, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Senin(7/4/2025).

Darah rendah atau hipotensi

Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah batas normal. Secara umum, seseorang dianggap mengalami hipotensi jika nilai tekanan darahnya kurang dari 90/60 mmHg. Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah, seperti:

  1. Dehidrasi
  2. Kehamilan
  3. Perdarahan
  4. Diabetes
  5. Gangguan hormon tiroid
  6. Efek samping dari obat-obatan tertentu
  7. Kondisi medis yang lebih serius, seperti gangguan jantung atau infeksi berat

Gejala yang sering dialami oleh penderita tekanan darah rendah meliputi pusing, pingsan, penglihatan kabur, kelelahan, dan napas yang cepat. Gejala-gejala ini biasanya muncul secara tiba-tiba, misalnya setelah seseorang berdiri dengan cepat atau mengalami kejutan.

Anemia

Berbeda dengan kondisi tekanan darah rendah, anemia merupakan keadaan di mana tubuh mengalami kekurangan hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah dan memiliki peran penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Diagnosis anemia dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap, dengan kadar hemoglobin yang terdeteksi di bawah 13,5 g/dL untuk pria dan di bawah 12 g/dL untuk wanita. Penyebab dari anemia sangat bervariasi, di antaranya adalah:

  1. Kekurangan zat besi
  2. Kekurangan vitamin B12 serta asam folat
  3. Perdarahan, baik yang terjadi secara internal maupun eksternal
  4. Gangguan dalam produksi sel darah merah di sumsum tulang
  5. Penyakit ginjal kronis
  6. Kanker
  7. Kondisi genetik tertentu

Gejala yang ditimbulkan oleh anemia umumnya muncul secara bertahap dan dapat mencakup kelemahan, rasa lesu, sesak napas, kulit yang tampak pucat, serta pusing. Kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan secara keseluruhan.

Perbedaan utama antara Tekanan Darah Rendah dan Anemia

Sekarang, mari kita bahas perbedaan utama antara tekanan darah rendah dan anemia.

  1. Mekanisme: Tekanan darah rendah berkaitan dengan rendahnya tekanan darah, sedangkan anemia berhubungan dengan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang tidak mencukupi.
  2. Pengukuran: Tekanan darah rendah dapat diukur menggunakan alat tensimeter, sementara anemia diukur melalui pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah.
  3. Penyebab: Meskipun terdapat beberapa penyebab yang dapat tumpang tindih (contohnya, perdarahan dapat memicu kedua kondisi tersebut), penyebab utama dari masing-masing kondisi ini berbeda. Anemia tidak selalu menyebabkan tekanan darah rendah, dan sebaliknya, tekanan darah rendah tidak selalu disebabkan oleh anemia.

Dengan memahami perbedaan ini, kita akan lebih mudah mengenali gejala yang muncul dan mencari perawatan yang sesuai. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, karena terapi untuk masing-masing kondisi bisa berbeda. Jangan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan informasi umum.

Keduanya dapat menimbulkan gejala yang serupa, seperti kelelahan dan pusing, namun tekanan darah rendah dan anemia adalah dua kondisi yang berbeda dengan penyebab serta mekanisme yang tidak sama. Memahami perbedaan ini akan membantu kita lebih waspada terhadap kesehatan dan mengambil langkah yang tepat jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Rekomendasi